
Pantau - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjajaki peluang perluasan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) terampil ke Republik Ceko setelah menerima informasi dari KBRI Praha mengenai kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor strategis.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan penjajakan dilakukan untuk mendalami kebutuhan tenaga kerja di Republik Ceko sekaligus membuka peluang kerja sama penempatan PMI secara legal dan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Peluang Kerja di Berbagai Sektor
Christina mengungkapkan, "Kami menerima brafaks dari KBRI Praha mengenai kemungkinan peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pekerja migran Indonesia."
Ia melanjutkan, "Karena itu kami ingin mendalami kebutuhan tenaga kerja di Republik Ceko sekaligus melihat peluang kerja sama apa saja yang bisa dikembangkan."
Menurut Christina, Republik Ceko menyediakan beberapa skema bagi pekerja migran Indonesia, seperti employee card yang merupakan izin tinggal sekaligus izin kerja dengan kuota tertentu, serta blue card bagi tenaga kerja berkualifikasi tinggi.
Pemerintah Republik Ceko juga membutuhkan tenaga kerja terampil di sektor manufaktur, logistik, hospitality, IT, kesehatan, welder, teknisi mesin, dan teknisi kelistrikan.
Syarat yang dibutuhkan antara lain lulusan politeknik, berusia 21 hingga 29 tahun, serta memiliki kemampuan berbahasa Inggris.
Christina mengungkapkan, "Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan utama. Ini menjadi catatan penting bagi kita agar calon PMI yang disiapkan benar-benar memiliki kompetensi, termasuk kemampuan bahasa yang dibutuhkan oleh negara tujuan."
Target Penempatan 500 Ribu PMI
Dalam kesempatan tersebut, Christina memperkenalkan program SMK Go Global sebagai salah satu strategi pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional.
Program itu ditujukan tidak hanya bagi lulusan SMK, tetapi juga lulusan diploma, sarjana, serta masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi untuk bekerja di luar negeri.
Christina mengatakan, "Target pemerintah adalah menempatkan 500 ribu pekerja migran Indonesia secara bertahap hingga 2029."
Ia menambahkan, "Kami menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, khususnya pada sektor-sektor prioritas seperti caregiver, welder, hospitality, perawat, truck driver, dan bidang lainnya."
Pertemuan antara KP2MI dan KBRI Praha disebut menjadi langkah awal untuk memetakan peluang kerja sama yang akan ditindaklanjuti dalam upaya memperluas penempatan pekerja migran Indonesia di Republik Ceko.
- Penulis :
- Aditya Yohan



