HOME  ⁄  Nasional

Pelajar Indonesia Memborong Empat Medali di Olimpiade Kecerdasan Buatan IOAI 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pelajar Indonesia Memborong Empat Medali di Olimpiade Kecerdasan Buatan IOAI 2026
Foto: (Sumber :Arsip - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk untuk Kazakhstan dan Tajikistan M. Fadjroel Rachman memberikan sambutan dalam Resepsi Diplomatik KBRI AStana di Dushanbe, Tajikistan, Jumat (1/11/2024). (ANTARA/HO-KBRI Astana).)

Pantau - Kontingen Indonesia meraih empat medali berupa satu emas, dua perak, dan satu perunggu dalam International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2026 yang berlangsung di Astana, Kazakhstan, pada 2-8 Agustus 2026.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan M. Fadjroel Rachman mengatakan pelajar Indonesia berhasil meraih medali di tengah persaingan lebih dari 500 siswa dari 106 negara.

“Indonesia memenangkan satu emas, dua perak dan satu perunggu di tengah persaingan sangat ketat dengan 106 negara dan 500 peserta terbaik di dunia dalam International Olympiad of Artificial Intelligence adalah prestasi luar biasa dan hadiah ulang tahun kemerdekaan ke-81 Indonesia,” kata Dubes Fadjroel.

Empat Pelajar Indonesia Meraih Medali

Medali emas diraih Luvidi Pranawa Alghari dari SMAS Pribadi Beji.

Dua medali perak masing-masing diraih Matthew Hutama Pramana dari SMAS Kolese Loyola Semarang dan Nicholas Ardi Tirta dari SMAS Santa Laurensia Alam Sutera.

Medali perunggu diraih Avner Maxwell Lim dari BTB School Pluit.

Para siswa didampingi dua akademisi dari Universitas Indonesia, yakni Dr. Muhammad Febrian Rachmadi sebagai Team Leader dan Dr. Adila Alfa Krisnadhi sebagai Deputy Team Leader/Observer.

Fadjroel menilai capaian tersebut menunjukkan potensi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi mutakhir, khususnya kecerdasan buatan.

Menurut dia, prestasi Indonesia dalam IOAI 2026 dapat memperkuat upaya mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam perkembangan teknologi digital global.

"AI merupakan penggerak utama masa depan bangsa. Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama Indonesia dengan Kazakhstan dalam bidang pendidikan tinggi dan riset teknologi,” ucapnya.

Indonesia dan Kazakhstan Perkuat Kerja Sama Teknologi

Fadjroel berharap keberhasilan tersebut mendorong semakin banyak pelajar Indonesia berkiprah dalam inovasi sains dan teknologi, terutama kecerdasan buatan dan teknologi digital.

Kerja sama Indonesia dan Kazakhstan di bidang kecerdasan buatan dan digital terus berkembang melalui pertukaran delegasi hingga partisipasi Kementerian Komunikasi dan Digital RI dalam pertemuan internasional Digital Bridge.

Kerja sama juga mencakup kunjungan ke Nazarbayev University serta pengiriman dua delegasi Indonesia untuk mengikuti The 3rd Game of the Future 2026 di Astana.

Nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dan Ministry of Artificial Intelligence and Digital Kazakhstan juga disebut sedang dalam tahap finalisasi untuk ditandatangani.

IOAI merupakan olimpiade sains internasional yang dirancang untuk mengembangkan sekaligus menjaring talenta muda di bidang kecerdasan buatan.

Penulis :
Ahmad Yusuf