HOME  ⁄  Nasional

Pertamina Perluas Dampak Ekonomi Masyarakat melalui Pembinaan UMKM

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pertamina Perluas Dampak Ekonomi Masyarakat melalui Pembinaan UMKM
Foto: (Sumber :Ilustrasi - UMKM binaan PT Pertamina (Persero), Narita Shibori. ANTARA/HO-PT Pertamina (Persero).)

Pantau - PT Pertamina (Persero) memperkuat pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui peningkatan kapasitas bisnis, akses pembiayaan, pasar, dan jejaring usaha.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong UMKM agar semakin kompetitif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Pertamina meyakini UMKM merupakan penggerak utama ekonomi nasional. Karena itu, pembinaan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga membuka akses terhadap pembiayaan, pasar, dan jejaring usaha agar UMKM mampu tumbuh lebih kompetitif sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," ujar Baron dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Baron, penguatan UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena sektor tersebut berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.

Kontribusi UMKM terhadap ekspor masih berada di kisaran 15,7 persen sehingga peningkatan kapasitas, inovasi, dan akses pasar dinilai penting untuk memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

"Program pembinaan UMKM Pertamina sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat kewirausahaan, mendorong pengembangan industri kreatif, serta memperluas kesempatan ekonomi yang inklusif," kata Baron.

Salah satu UMKM binaan Pertamina, Narita Shibori asal Bandung, mengembangkan teknik pewarnaan kain shibori menjadi berbagai produk bernilai tambah sekaligus melibatkan kelompok rentan dalam kegiatan produksinya.

Pendiri Narita Shibori, Anarita, mengatakan usahanya bermula dari skala rumahan dengan keterbatasan modal dan kesempatan promosi sebelum bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina pada 2019.

Pertamina kemudian memberikan dukungan pembiayaan, peningkatan kapasitas melalui UMK Academy, serta akses promosi melalui berbagai pameran di dalam dan luar negeri.

"Kami mendapat modal kerja untuk produksi, bantuan pemasaran skala nasional hingga internasional, serta pelatihan melalui Pertamina Academy," ujar Anarita.

Pendampingan tersebut turut mendorong omzet Narita Shibori meningkat hampir tiga kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Produk Narita Shibori juga telah mengikuti berbagai pameran nasional seperti Inacraft, SMEXPO, Kriya Nusa, dan Tunjukkan Indonesiamu serta mendapat kesempatan mengikuti DMI Utrecht di Belanda pada 2024.

Narita Shibori turut berkolaborasi dengan Rumah Hasanah dengan melibatkan 12 penyandang disabilitas dalam proses produksi.

"Kami sudah tiga tahun berkolaborasi dengan Rumah Hasanah. Karya mereka kami padu padankan menjadi produk fesyen, tote bag, dan ke depannya home decor. Karena karya mereka memang layak dihargai," katanya.

Kolaborasi tersebut menghasilkan berbagai produk fesyen dan tas serta direncanakan berkembang ke produk dekorasi rumah.

Menurut Anarita, pemberdayaan itu menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang memberikan ruang bagi lebih banyak orang untuk berkarya, memperoleh penghasilan, dan berkembang bersama.

Pertamina menilai pembinaan UMKM seperti Narita Shibori dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar nasional maupun global.

Penulis :
Aditya Yohan