HOME  ⁄  Nasional

Sugiono Dorong ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi demi Lindungi Warga dari Krisis

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Sugiono Dorong ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi demi Lindungi Warga dari Krisis
Foto: Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono berbicara saat merayakan Hari ASEAN ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu 8/8/2026 (sumber: ANTARA/Katriana)

Pantau - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono mendorong ASEAN memperkuat ketahanan kawasan melalui jaminan keamanan pangan dan energi untuk melindungi masyarakat ketika menghadapi krisis.

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam sambutannya pada perayaan Hari ASEAN ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

"Membangun ketahanan sejati dalam keamanan pangan dan energi, ini berarti melindungi warga negara kita setiap kali krisis terjadi," kata Sugiono.

Keberhasilan ASEAN Harus Dirasakan Masyarakat

Menurut Sugiono, keberhasilan ASEAN tidak semata-mata diukur dari banyaknya perjanjian yang berhasil ditandatangani negara-negara anggotanya.

Petani, pekerja, generasi muda, hingga pekerja migran yang bekerja jauh dari rumah memiliki ukuran yang lebih konkret dalam menilai keberhasilan ASEAN.

Bagi kelompok masyarakat tersebut, keberhasilan ASEAN terlihat dari kemampuan para pemimpinnya menyediakan makanan, membuka akses terhadap pekerjaan yang layak, menciptakan kehidupan yang aman, serta memungkinkan masyarakat menatap masa depan dengan percaya diri.

Karena itu, ASEAN dinilai perlu membangun ketahanan nyata melalui jaminan keamanan pangan dan energi agar masyarakat di negara-negara anggotanya tetap terlindungi ketika krisis terjadi.

Para pemimpin ASEAN juga perlu mempersiapkan generasi muda melalui pendidikan, keterampilan, dan kepercayaan diri agar mereka mampu memimpin ASEAN memasuki babak berikutnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ASEAN perlu memiliki institusi yang lebih kuat, kapasitas yang lebih besar, serta sumber daya yang memadai guna mewujudkan aspirasi Visi Komunitas ASEAN 2045.

Sugiono mengingatkan bahwa pada 2027 ASEAN akan memasuki usia 60 tahun setelah hampir enam dekade menjalankan perannya di kawasan.

"Tahun depan, ASEAN akan berusia 60 tahun. Kami terus percaya pada ASEAN karena ASEAN mewakili sesuatu yang semakin langka dan berharga di dunia saat ini," kata Menlu.

Di tengah berbagai perbedaan negara anggotanya, ASEAN dinilai tetap memilih perdamaian dibandingkan konflik, mengutamakan dialog daripada paksaan, serta mempertahankan persatuan meskipun tidak semua pihak memiliki pandangan yang sama.

Sugiono pun mendorong para pemimpin ASEAN membuktikan kepada generasi mendatang bahwa organisasi kawasan tersebut dapat menjadi rumah bersama yang semakin kuat, aman, dan ramah bagi semua.

ASEAN Tegaskan Peran sebagai Pembangun Jembatan

Di tengah gejolak global, ASEAN juga harus kembali menegaskan perannya selama hampir enam dekade sebagai pembangun jembatan.

Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya untuk meredakan ketegangan, membangun kepercayaan antarpihak, serta menjaga agar dialog tetap berlangsung.

"Kekuatan terbesar kita terletak pada kemampuan kita untuk membawa negara-negara, besar dan kecil, dengan beragam kepentingan dan perspektif ke meja yang sama. Bukan untuk menghapus perbedaan, tetapi untuk mengelolanya melalui dialog dan saling menghormati," kata Sugiono.

Menurut Sugiono, kemampuan mempertemukan negara-negara dengan ukuran, kepentingan, dan perspektif berbeda merupakan salah satu kekuatan utama ASEAN.

Tujuannya bukan menghilangkan seluruh perbedaan di antara negara-negara tersebut, melainkan mengelolanya melalui dialog dan sikap saling menghormati.

Peran ASEAN tersebut harus terus dijalankan secara kredibel dengan berpegang pada prinsip saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, serta menyelesaikan sengketa secara damai.

"Prinsip-prinsip tersebut tetap menjadi kompas kita, yang diabadikan dalam Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama, yang kini merayakan ulang tahunnya ke-50," kata Sugiono.

ASEAN Tak Akan Memihak Kekuatan Besar

Sugiono juga menegaskan komitmen ASEAN untuk tidak menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai arena persaingan antara kekuatan-kekuatan besar dunia.

"ASEAN tidak akan memihak siapa pun, karena kita akan selalu berpihak kepada rakyat, kesejahteraan mereka, keamanan mereka, dan masa depan mereka," demikian katanya.

Penulis :
Shila Glorya