
Pantau - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan operasional Sekolah Rakyat Rintisan di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan Sekolah Rakyat Rintisan siap menyambut siswa dan calon siswa dalam rangka persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Dalam kunjungannya, Teddy berkeliling memeriksa berbagai sarana dan fasilitas yang akan digunakan para siswa.
Sejumlah aspek yang diperiksa meliputi kesiapan ruang kelas, fasilitas kegiatan belajar-mengajar, hingga sarana kegiatan ekstrakurikuler yang nantinya dapat diikuti siswa Sekolah Rakyat Rintisan.
Jumlah Sekolah Rakyat Terus Bertambah
Teddy mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.
"Sekolah rakyat yang sekarang sudah 165 terbentuk pada 2025, dan tahun ini ada 100 lagi yang sekolah baru, itu adalah keinginan hati Bapak Presiden Prabowo, gimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah," ungkap Teddy.
Berdasarkan penjelasan Teddy, sebanyak 165 Sekolah Rakyat telah terbentuk pada 2025 dan terdapat tambahan 100 sekolah baru pada 2026.
Ia menyebut keberadaan dan penambahan Sekolah Rakyat tersebut berangkat dari keinginan Presiden Prabowo agar seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan untuk bersekolah.
Menurut Teddy, sekitar 43 ribu anak saat ini telah memperoleh kesempatan belajar melalui program Sekolah Rakyat.
Fasilitas yang diterima para siswa tidak hanya berupa kegiatan pembelajaran di dalam ruang kelas, tetapi juga mencakup asrama, perlengkapan sekolah, makanan, serta layanan kesehatan.
Pendidikan di Sekolah Rakyat juga mencakup ilmu pengetahuan dan adab untuk membantu para siswa memiliki keberanian membangun mimpi dan cita-cita bagi masa depan.
Teddy Dorong Siswa Berani Bermimpi Besar
Teddy menjelaskan Sekolah Rakyat ditujukan untuk membuka akses pendidikan bagi anak yang sebelumnya tidak bersekolah maupun membantu mereka yang membutuhkan sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan.
"Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang butuh sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali bisa sekolah. Agar apa? Agar yang dulunya tidak pernah bercita-cita, belum punya mimpi, hingga dia nanti akhirnya bisa bermimpi dan bercita-cita besar," kata Teddy.
Program Sekolah Rakyat juga diarahkan agar anak-anak yang sebelumnya belum mempunyai mimpi atau cita-cita mendapatkan kesempatan membangun harapan dan menentukan tujuan yang lebih besar bagi masa depan mereka.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Rintisan di Curug, Teddy turut berdialog secara langsung dengan para siswa.
Ia sekaligus memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap percaya diri untuk mempunyai cita-cita meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
- Penulis :
- Leon Weldrick



