HOME  ⁄  Nasional

DPKH Kaltim Membina Peternak Produksi Pakan Awetan untuk Hadapi Kemarau Panjang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

DPKH Kaltim Membina Peternak Produksi Pakan Awetan untuk Hadapi Kemarau Panjang
Foto: Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur Arief Murdiyatno.

Pantau - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur membina peternak memproduksi pakan awetan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi kelangkaan pakan ternak saat musim kemarau panjang.

Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno di Samarinda, Minggu (9/8/2026), mengatakan pakan awetan berupa silase, hay, dan fermentasi jerami penting disiapkan sebagai cadangan darurat bagi peternak.

"Pakan awetan ini tidak hanya berguna saat kemarau, tetapi juga berfungsi sebagai cadangan ketika peternak sedang sakit atau bepergian, sekaligus memanfaatkan surplus rumput segar agar tidak membusuk," kata Arief.

Pengawetan pakan dinilai penting bagi keberlangsungan usaha peternakan karena biaya pakan mencapai sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi ternak.

Limbah Pertanian Dimanfaatkan Jadi Pakan

Selain mengawetkan rumput, DPKH Kaltim mendorong peternak memanfaatkan biomassa dan limbah pertanian, termasuk sisa panen jagung dan padi, sebagai bahan pakan awetan bernilai gizi.

Peternak juga mendapat edukasi untuk memanfaatkan pelepah kelapa sawit yang dicacah menggunakan mesin chopper dan shredder hingga bagian lidi hancur agar aman bagi lambung ternak.

DPKH Kaltim mengerahkan 25 petugas Pengawas Mutu Pakan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota untuk membantu memastikan kualitas gizi pakan alternatif tetap terjaga.

Arief mengatakan peternakan berskala besar turut diarahkan menggunakan sistem bunker untuk menyimpan pakan fermentasi dengan bantuan probiotik EM4.

Pemerintah Bangun Pabrik Pakan

Pemerintah daerah juga tengah membangun pabrik pakan baru di kawasan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai langkah jangka panjang untuk menekan tingginya biaya pakan konsentrat di pasaran.

Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketersediaan pakan sekaligus mendukung kemandirian ekonomi peternak di Kalimantan Timur.

Program pembuatan pakan awetan diharapkan membuat peternak memiliki cadangan yang dapat digunakan ketika pasokan rumput segar berkurang akibat kemarau maupun ketika terjadi kondisi darurat lainnya.

Penulis :
Gerry Eka