
Pantau - Warga kawasan Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat, memanfaatkan lapangan bermain sebagai lokasi penyimpanan air hujan melalui teknik water harvesting untuk menyediakan cadangan air saat musim kemarau.
Lapangan yang berada tidak jauh dari jalur rel kereta api tersebut tetap digunakan anak-anak untuk bermain, sementara bagian bawah tanahnya berfungsi sebagai tempat resapan dan penyimpanan air.
Air hujan yang sebelumnya mengalir begitu saja saat musim penghujan kini sebagian diarahkan melalui saluran menuju sejumlah titik resapan di bawah lapangan.
Warga merancang saluran tersebut agar air dapat tersimpan dan dimanfaatkan ketika kebutuhan air meningkat pada musim kemarau.
"Dari permukaan, proses tersebut nyaris tidak terlihat. Namun, di bawah tanah, air hujan disimpan untuk menjadi cadangan ketika musim kemarau datang."
Tandon 1.000 Liter Tampung Cadangan Air
Sistem penyimpanan air tersebut dilengkapi tandon berkapasitas sekitar 1.000 liter yang menjadi tempat warga mengambil air ketika membutuhkan.
Air dari tandon dapat dimanfaatkan dengan sistem gravitasi sehingga warga tidak perlu menggunakan pompa untuk mengalirkannya.
Pemanfaatan air hujan tersebut berangkat dari pengalaman warga menghadapi kekeringan yang sebelumnya berulang setiap musim kemarau.
Sistem itu membuat air yang melimpah pada musim hujan tidak seluruhnya terbuang, tetapi disimpan sebagai cadangan untuk menghadapi periode kering.
Lapangan Tetap Menjadi Ruang Bermain Warga
Keberadaan tempat penyimpanan air di bawah tanah tidak menghilangkan fungsi utama lapangan sebagai ruang aktivitas dan tempat bermain anak-anak.
Dari permukaan, infrastruktur penyimpanan air tersebut nyaris tidak terlihat karena sebagian sistem berada di bawah lapangan.
Pemanfaatan ruang dengan dua fungsi itu menjadi salah satu cara warga Baros mengelola air hujan sekaligus mempertahankan ruang bermain di lingkungan permukiman.
Ketika sejumlah wilayah mulai menghadapi ancaman kekeringan, cadangan tersebut dapat membantu warga memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
- Penulis :
- Gerry Eka



