
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat memperbaiki sejumlah program yang belum berjalan optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan dalam kegiatan doa keselamatan bangsa, zikir kebangsaan, dan haul pendiri NKRI yang diinisiasi Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (PB Jatma Aswaja) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
"“Mohon doanya yang belum sukses kita akan perbaiki, kerja keras, agar program-program itu tepat menjadi manfaat untuk umat,”" ujar Zulkifli Hasan.
Menteri yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan pemerintahan saat ini telah berjalan hampir dua tahun dengan sejumlah program yang dinilai berhasil serta beberapa lainnya masih memerlukan perbaikan.
Zulhas menyebut salah satu capaian pemerintah adalah keberhasilan mencapai swasembada pangan sehingga ketersediaan sejumlah komoditas seperti beras, ikan, ayam, dan telur berada dalam kondisi cukup.
"Pemerintah baru 20 bulan, hampir 2 tahun. Ada yang berhasil, contohnya yang berhasil, pangan, Alhamdulillah kita swasembada. Jadi ibu-ibu tidak usah khawatir, beras cukup, ikan cukup, ayam cukup, telur cukup, Insya Allah,” kata dia.
Namun, Zulhas mengakui harga sejumlah komoditas pangan masih mengalami kenaikan dan pemerintah tengah melakukan operasi untuk menekan harga agar kembali terjangkau masyarakat.
"“Memang harga lagi naik, kita sekarang lagi operasi besar-besaran agar harga bisa turun kembali,”" katanya.
Zulhas juga meminta para ulama, tokoh agama, dan masyarakat yang menghadiri zikir kebangsaan tersebut mendoakan pemerintah agar berbagai program dapat dilaksanakan dengan baik.
"“Mohon doanya agar pemerintah bisa melaksanakan program-programnya dengan baik untuk kebaikan kita semuanya,”" ujarnya.
Menurut Zulhas, doa dari para ulama dan orang-orang saleh menjadi penting bagi pemerintah dalam menjalankan amanah sekaligus memperbaiki kebijakan yang belum berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas turut mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah situasi dunia yang dinilainya tidak menentu.
Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini mengatakan zikir kebangsaan dan haul pendiri NKRI bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga ruang untuk mengingat kembali tanggung jawab spiritual dan kebangsaan setiap warga negara.
"Cinta tanah air bukan hanya sesuatu yang kita ucapkan, tetapi harus menjadi bagian dari laku kehidupan. Ketika kita berdoa untuk keselamatan bangsa, sesungguhnya kita sedang mengingatkan diri bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang harus kita rawat bersama,” ujar Helmy.
Kegiatan doa keselamatan bangsa dan zikir kebangsaan tersebut menjadi bagian dari upaya PB Jatma Aswaja mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan serta mendoakan keselamatan Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan



