HOME  ⁄  Nasional

Wamenkeu Juda Agung Meyakinkan Investor ETF Emas Memiliki Aset Dasar Emas Fisik yang Jelas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenkeu Juda Agung Meyakinkan Investor ETF Emas Memiliki Aset Dasar Emas Fisik yang Jelas
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menyampaikan keterangan dalam peluncuran ETF Emas di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/08/2026. ANTARA/ Muhammad Heriyanto.)

Pantau - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung meyakinkan investor bahwa instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas memiliki underlying atau aset dasar yang jelas berupa emas fisik sehingga dapat menjadi alternatif investasi sekaligus mendukung pendalaman pasar keuangan Indonesia.

"ETF Emas adalah produk keuangan. Namun di balik produk tersebut terdapat underlying berupa emas, emas real. Karena itu investor harus percaya bahwa emasnya ada," ujar Juda dalam peluncuran ETF Emas di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Juda menilai peluncuran ETF Emas menjadi langkah konkret untuk memperdalam pasar modal Indonesia sekaligus memperluas pilihan instrumen investasi bagi masyarakat.

Peluncuran tersebut juga sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO) dan pemangku kepentingan lainnya.

"Peluncuran ETF Emas hari ini juga merupakan salah satu langkah konkret dan bagian dari agenda tersebut," ujar Juda.

Juda mengatakan minat terhadap ETF Emas di pasar modal global terus meningkat dengan aset kelolaan mencapai 559 miliar dolar AS dan kepemilikan emas sebanyak 4.025 ton pada 2025.

"Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Jadi, yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk. Kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global," ujar Juda.

Menurut Juda, ETF Emas tidak hanya menambah instrumen investasi baru, tetapi juga menjadi bagian dari agenda penguatan pasar keuangan nasional.

Ia menyampaikan tiga hal yang perlu diperhatikan, yakni pendalaman pasar modal Indonesia, penempatan ETF Emas sebagai bagian dari penguatan ekosistem emas nasional, serta penerapan inovasi yang berjalan bersama integritas.

"Pasar bulion akan dapat terus berkembang, pasar modal akan juga semakin dalam. Pada akhirnya masyarakat akan bisa memperoleh alternatif investasi yang semakin beragam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya," ujar Juda.

Juda juga mengingatkan pengembangan ETF Emas harus disertai penguatan tata kelola, akuntabilitas, transparansi, perlindungan investor, dan pengawasan.

"Tantangan kita berikutnya bukan hanya membuat pasar semakin besar, tetapi membuatnya semakin dalam dan semakin dipercaya," ujar Juda.

OJK bersama SRO resmi meluncurkan instrumen ETF Emas pada Senin bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Pasar Modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan peluncuran ETF Emas sekaligus menandai perluasan pasar bulion sebagai bagian dari agenda pendalaman pasar.

"Saat ini kita sudah siap untuk meluncurkan ETF Emas di Indonesia. Ini juga menandai perluasan pasar bulion sebagai quick win dalam delapan rencana aksi, yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi melalui ETF Emas," ujar Friderica.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat berharap ETF Emas menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal sekaligus memperkuat ekosistem bulion nasional.

"Produk ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem bulion nasional melalui integrasi antara Pasar Modal dengan bulion, sehingga mampu mendukung pendalaman pasar keuangan nasional," kata Samsul.

Penulis :
Ahmad Yusuf