
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan 1.360 murid angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di 17 lokasi untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah mulai Senin, 10 Agustus 2026.
Sebanyak 1.360 murid tersebut terdiri atas 680 murid jenjang SMP dan 680 murid jenjang SMA yang telah lolos Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan ribuan murid itu diseleksi dari 2.068 pendaftar.
"Kami telah melakukan proses seleksi atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dari yang mendaftar sebanyak 2068 telah lulus seleksi sebanyak 1.360 murid. Terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA. Ini adalah angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi tahun ajaran 2026/2027," kata Gogot dalam pembukaan MPLS Sekolah Nasional Terintegrasi Angkatan Pertama di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
Kemendikdasmen sebelumnya menerima usulan lokasi pembangunan SNT dari 114 kabupaten dan kota di Indonesia.
Setelah melalui proses verifikasi, validasi, dan kunjungan lapangan bersama kementerian serta lembaga terkait, sebanyak 37 lokasi ditetapkan untuk pembangunan SNT pada tahun ini.
Dari jumlah tersebut, 17 SNT mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027, termasuk SNT 7 Parung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kemendikdasmen juga telah menyeleksi 17 kepala sekolah dari sekitar 1.800 pendaftar untuk memimpin SNT yang mulai beroperasi.
Sebanyak 204 guru dan tenaga pendamping pembelajaran turut direkrut melalui proses seleksi dari sekitar 60 ribu guru prajabatan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendamping telah menjalani pelatihan serta persiapan selama lima hari sebelum ditempatkan di sekolah masing-masing.
Kemendikdasmen menyiapkan Learning Management System (LMS), bahan ajar, serta perangkat pembelajaran digital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di ruang kelas SNT.
"Semoga SNT dapat menjadi tempat anak-anak kita belajar, bertumbuh, berprestasi, dan kelak melahirkan pemimpin masa depan yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan bagi daerah," kata Gogot.
Sebanyak 17 SNT tersebut tersebar di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
- Penulis :
- Aditya Yohan



