HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Menggerakkan Bersih-Bersih Lebih dari 50 Ribu Masjid dan Mushala di Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenag Menggerakkan Bersih-Bersih Lebih dari 50 Ribu Masjid dan Mushala di Indonesia
Foto: (Sumber :Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Kick Off Gerakan Bersih-bersih Masjid yang dipusatkan di Masjid Fatahillah, Jakarta. ANTARA/HO-Kemenag.)

Pantau - Kementerian Agama menggelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026 yang melibatkan lebih dari 50 ribu masjid dan mushala di seluruh Indonesia sebagai upaya membangun kebersihan rumah ibadah sekaligus kesadaran ekologis masyarakat.

Gerakan yang dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, tersebut dilaksanakan melalui kerja bakti massal dengan melibatkan pengurus rumah ibadah dan masyarakat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan kebersihan menjadi unsur penting untuk menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat saat beribadah.

"Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?," ujar Nasaruddin.

Menag Ajak Keluarga Ikut Membersihkan Masjid

Nasaruddin mengatakan masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang sakral yang menjadi tempat perjumpaan manusia dengan Tuhan.

Menurut dia, merawat kebersihan masjid merupakan bagian dari menjaga kehormatan rumah ibadah sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat.

Ia menjelaskan kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga kebersihan batin.

Masyarakat juga diajak menghidupkan kembali budaya gotong royong dengan melibatkan seluruh anggota keluarga dalam merawat rumah ibadah.

"Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya," kata dia.

Geber Mas Didorong Menjadi Budaya Baru

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Geber Mas merupakan bagian dari rangkaian peringatan Muharram sekaligus implementasi program prioritas Menteri Agama dalam penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

"Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia yang bersih, sehat, resik, dan indah. Karena itu, hari ini diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan mushola di seluruh Indonesia," ujarnya.

Abu menegaskan gerakan tersebut tidak boleh berhenti setelah peluncuran, tetapi perlu menjadi budaya yang terus dijalankan pengurus masjid, masyarakat, dan penyuluh agama.

Sejumlah bagian rumah ibadah yang menjadi perhatian dalam gerakan tersebut meliputi toilet, kamar mandi, tempat wudhu, saluran air, hingga lingkungan sekitar masjid dan mushala.

Kemenag juga mendorong masjid berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat yang melayani kebutuhan spiritual sekaligus berperan dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

Penulis :
Aditya Yohan