HOME  ⁄  Nasional

Anggota DPR Mendorong Kota Magelang Menjadi Contoh Toleransi Beragama di Indonesia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Anggota DPR Mendorong Kota Magelang Menjadi Contoh Toleransi Beragama di Indonesia
Foto: Wali Kota Magelang Damar Ptasetyono memukul kentongan saat membuka Diskusi Publik Lintas Iman yang diseselenggarakan Forum Mayarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Magelang, Minggu (9/8/2026).

Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo mendorong Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi contoh dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Wibowo menyampaikan penilaian tersebut setelah menjadi narasumber dalam Diskusi Publik Lintas Iman yang diselenggarakan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Kota Magelang, Minggu (9/8/2026).

"Saya kira Kota Magelang ini merupakan etalase keberagaman, etalase seluruh umat beragama," katanya.

Menurut Wibowo, keberagaman yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Magelang merupakan modal penting untuk membangun kerukunan antarumat beragama.

Keberagaman Jadi Modal Persaudaraan

Wibowo mengatakan setiap agama memiliki keyakinan dan umat masing-masing, tetapi perbedaan tersebut tidak seharusnya menghalangi masyarakat membangun persaudaraan dan bekerja bersama.

"Kita jadikan Kota Magelang sebagai kota yang menjadi contoh baik bagi toleransi dan keberagaman. Masing-masing agama memiliki keyakinan, masing-masing agama memiliki umatnya, tetapi dalam persaudaraan kita sama. Kita satu dan bergotong royong untuk masyarakat secara lebih luas," katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketenteraman serta menciptakan ruang yang nyaman bagi setiap umat untuk menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing.

Salah satu putri Presiden RI 1999-2001 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Allisa Qatrunnada Munawaroh Wahid, turut menilai Kota Magelang sejak dahulu dikenal memiliki keberagaman yang kuat.

"Kota Magelang ini memang terkenal dengan keberagaman dari dulu dan keberagamannya juga sangat kuat. Sekolah-sekolah berbasis agama juga banyak di Kota Magelang," katanya.

Menurut Allisa, keberagaman tersebut perlu terus dirawat melalui dialog dan interaksi antarkelompok agama.

"Kota Magelang sebagai wilayah yang mengedepankan toleransi itu penting sekali dirawat, dan dialog pada hari ini merupakan upaya untuk merawat hal tersebut," katanya.

Allisa menyebut pengalaman Kota Magelang dalam menjaga kerukunan diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain, bahkan Indonesia secara lebih luas.

Deklarasi Magelang Perkuat Komitmen Toleransi

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan kegiatan yang diselenggarakan FMKI tersebut menunjukkan semangat kebersamaan karena menghadirkan berbagai unsur lintas agama.

"Ini kegiatan yang positif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh FMKI, tetapi yang diundang lintas agama, semua agama datang dan menandatangani Deklarasi Magelang," katanya.

Damar mengajak masyarakat memastikan toleransi dan harmonisasi antarumat beragama tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Marilah bareng-bareng kita jaga toleransi ini, harmonisasi ini betul-betul diwujudkan secara nyata di Kota Magelang," katanya.

Menurut Damar, berbagai indikator toleransi di Kota Magelang menunjukkan perkembangan positif sehingga kebersamaan masyarakat perlu terus diperkuat agar kerukunan tetap terjaga.

Penulis :
Gerry Eka