
Pantau - Hampir 22 ribu rumah di Prefektur Kumamoto, Jepang, rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah lepas pantai tersebut pada 28 Juli 2026.
Otoritas Prefektur Kumamoto mencatat sebanyak 21.800 rumah mengalami kerusakan sebagian maupun seluruhnya berdasarkan data hingga Senin (10/8/2026).
Sebanyak 34 ribu rumah tangga juga masih mengalami kekurangan air setelah gempa tersebut.
Sementara itu, sekitar 6.100 orang masih bertahan di 97 tempat pengungsian akibat dampak bencana.
Kerusakan Bangunan Masih Diperiksa
Otoritas setempat menyatakan penilaian terhadap skala kerusakan belum final karena pemeriksaan terhadap bangunan terdampak masih berlangsung.
Gempa utama bermagnitudo 7,1 terjadi di lepas pantai Kumamoto pada 28 Juli 2026 dan memicu peringatan tsunami di Teluk Ariake serta Teluk Yatsushiro.
Gempa susulan bermagnitudo 6,1 kemudian terjadi kurang dari satu jam setelah gempa utama.
Besarnya kerusakan membuat proses pendataan terus dilakukan untuk mengetahui dampak keseluruhan bencana tersebut.
Korban Tewas Mencapai 39 Orang
Laporan terbaru menyebut jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Kumamoto telah mencapai 39 orang.
Ribuan warga masih berada di tempat pengungsian sementara pemerintah dan otoritas terkait melanjutkan penanganan terhadap masyarakat terdampak.
Kondisi kekurangan air yang masih dialami puluhan ribu rumah tangga menjadi salah satu dampak yang belum sepenuhnya tertangani setelah gempa.
Data kerusakan dan jumlah warga terdampak masih berpotensi berubah seiring berlanjutnya pemeriksaan di wilayah yang terkena gempa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



