
Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari mendorong masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan pengetahuan mengenai penanggulangan bencana untuk menekan risiko ketika bencana terjadi.
Ansari menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri Sosialisasi Penguatan Resiliensi terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di Tingkat Lokal di Balai Desa Laden, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (10/8/2026).
Kegiatan penguatan resiliensi terhadap bencana dan perubahan iklim tersebut berlangsung pada 9-11 Agustus 2026.
Menurut Ansari, mitigasi bencana tidak harus dilakukan melalui langkah besar karena dapat dimulai dari kebiasaan masyarakat menjaga kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal.
"Tindakan mitigasi ini tidak selalu menuntut langkah besar, melainkan bisa dimulai dari kebiasaan menjaga lingkungan di area permukiman rumah," kata Ansari dalam rilis yang diterima Parlementaria, Senin (10/8/2026).
Ruang Terbuka Hijau Dinilai Penting
Ansari meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menyediakan ruang terbuka hijau di sekitar permukiman sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Menurutnya, ruang terbuka hijau dapat menciptakan lingkungan yang lebih teduh sekaligus meningkatkan penyerapan air hujan sehingga berpotensi mengurangi genangan dan banjir.
"Jangan semua lahan di pekarangan rumah atau di sekitar lingkungan kita dibangun dengan cor beton. Sediakan ruang terbuka hijau untuk keteduhan lingkungan dan meningkatkan serapan air hujan," ujar legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI tersebut.
Ansari juga menilai penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.
"Bencana alam memang sesuatu yang alamiah atau sunnatullah. Tapi menekan terjadinya risiko bencana melalui upaya yang berpihak pada kelestarian lingkungan adalah ikhtiar yang harus kita lakukan bersama," katanya.
Menurut Ansari, penguatan resiliensi masyarakat diperlukan untuk membangun kemampuan mengurangi dampak bencana, beradaptasi terhadap perubahan kondisi, serta memulihkan diri setelah bencana terjadi.
BPBD Pamekasan Perkuat Penanggulangan Bencana
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi mengatakan kegiatan penguatan resiliensi diharapkan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko sekaligus membangun kesadaran terhadap potensi bencana di daerahnya.
"Melalui kegiatan resiliensi ini, kami berharap upaya menekan risiko dan penanganan bencana di kabupaten ini bisa lebih baik dan terwujud tatanan masyarakat melek bencana dengan baik," katanya.
Akhmad menjelaskan Kabupaten Pamekasan memiliki potensi sejumlah bencana, antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, dan kekeringan.
"Selain meningkatkan wawasan dengan menggelar resiliensi seperti ini, berbagai upaya untuk penanggulangan bencana terus kami lakukan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kekeringan, BPBD Kabupaten Pamekasan bekerja sama dengan Dinas Sosial, TNI, dan Polri memberikan bantuan pengeboran air di sejumlah desa terdampak.
BPBD bersama masyarakat juga melakukan pembersihan aliran sungai sebagai upaya mengurangi risiko banjir perkotaan yang kerap terjadi setiap tahun.
Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Nadhirah Seha Nur yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta edukasi dan simulasi kebencanaan secara berkala.
"Mitigasi dan latihan harus terus ditingkatkan, karena kepekaan dalam berupaya menanggulangi bencana akan timbul berkat latihan intensif," katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan



