HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Lampung Mempercepat PSEL Lampung Raya, Akses Jalan dan Lahan Mulai Disiapkan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov Lampung Mempercepat PSEL Lampung Raya, Akses Jalan dan Lahan Mulai Disiapkan
Foto: (Sumber :Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memaparkan langkah percepatan pembangunan PSEL Lampung Raya. ANTARA/HO-Pemprov Lampung..)

Pantau - Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya dengan menyiapkan lahan dan memperbaiki akses jalan menuju lokasi proyek di Desa Purwotani, Jati Agung.

PSEL Lampung Raya ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal keempat 2028 dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking dijadwalkan pada Desember 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan kesiapan lahan dan akses menjadi bagian penting agar tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal pemerintah pusat.

"Fokus utama pembangunan ini adalah memastikan pematangan lahan dan perbaikan akses jalan menuju lokasi proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di Desa Purwotani, Jati Agung, agar seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat," ujar Marindo di Bandarlampung, Selasa (11/8/2026).

Pemprov Siapkan Anggaran dan Jalan 1,7 Kilometer

Pemprov Lampung akan melakukan intervensi anggaran melalui APBD Perubahan untuk mempercepat pematangan lahan proyek.

"Kami pastikan pematangan lahan akan segera terealisasi dengan dukungan alokasi anggaran, karena ini kunci utama sebelum groundbreaking pada Desember mendatang," katanya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan pengerjaan akses jalan sepanjang 1,7 kilometer menuju lokasi PSEL yang konstruksinya ditargetkan mulai pada awal 2027.

"Pihak Danantara selaku pendamping proyek menekankan bahwa target groundbreaking pada Desember 2026 merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai target operasional. Untuk mendukung hal tersebut, penyediaan lahan dan perbaikan akses jalan menjadi poin krusial yang harus diselesaikan pihak pemerintah daerah dalam beberapa bulan ke depan," ucap dia.

PSEL Butuhkan 1.168 Ton Sampah per Hari

Pemerintah daerah telah memetakan rantai pasok sampah dari wilayah aglomerasi Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Lampung Timur.

Dinas lingkungan hidup akan ditugaskan mengatur pola pengangkutan untuk memastikan kebutuhan pasokan sampah sebanyak 1.168 ton per hari dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

"Implementasi PSEL ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Lampung, terutama dalam mengatasi masalah timbunan sampah secara tuntas dan ramah lingkungan. Selain itu, proyek ini akan memperkuat kemandirian energi daerah melalui pemanfaatan sampah menjadi listrik, yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung," tambahnya.

Tenaga Kerja Lokal Ditargetkan Capai 90 Persen

Pengembang PSEL Lampung Raya juga berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal saat fasilitas tersebut mulai beroperasi.

Tenaga kerja lokal ditargetkan mendominasi hingga 90 persen dari kebutuhan pekerja ketika proyek beroperasi penuh.

Para pekerja lokal nantinya akan mendapat pelatihan khusus untuk mendukung proses transfer pengetahuan dan teknologi dalam pengoperasian fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Perjanjian Kerja Sama antara badan usaha pemenang proyek dan pemerintah daerah juga segera difinalisasi serta disesuaikan dengan regulasi lokal untuk memberikan kepastian hukum terhadap operasional proyek.

Penulis :
Aditya Yohan