HOME  ⁄  Nasional

DKI Didorong Membentuk BUMD Pengelola Sampah untuk Mendongkrak Pendapatan Daerah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DKI Didorong Membentuk BUMD Pengelola Sampah untuk Mendongkrak Pendapatan Daerah
Foto: (Sumber :Petugas memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta, Senin (3/8/2026). Pemprov DKI Jakarta mengoptimalkan pemanfaatan TPS 3R untuk mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/agr.)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didorong membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus mengelola sampah bernilai ekonomis untuk memperkuat sistem persampahan sekaligus meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta Dailami Firdaus menyampaikan usulan tersebut di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

“Keberadaan BUMD tersebut dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan PAD,” kata Dailami.

Dailami berharap Pemprov DKI Jakarta memiliki BUMD persampahan yang berkonsentrasi pada pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Insya Allah, ini akan menambah PAD,” kata dia.

Pemilahan Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

Dailami menilai program pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga merupakan langkah positif karena dapat membangun kesadaran sekaligus kedisiplinan masyarakat dalam mengelola sampah.

Menurut dia, pengelolaan sampah tidak boleh berhenti pada proses pemilahan, tetapi perlu dilanjutkan dengan mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

“Program pilah sampah tentunya sangat positif karena memulai pengurangan sampah dari dasar, yaitu rumah tangga, serta membentuk kedisiplinan di masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah saat ini juga mendorong Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah sekaligus penyediaan energi.

Selain menjadi energi listrik, sampah dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti pupuk, kerajinan tangan, bahan bangunan berupa paving block, hingga furnitur.

Dailami mengatakan produk hasil pengolahan sampah harus memenuhi standar agar dapat diterima pasar.

“Untuk menjadikan produk olahan dari sampah itu bisa bernilai dan diterima pasar, maka harus ada standar mutunya, baik dari segi bahan baku, keamanan, kesehatan, maupun lingkungan,” kata Dailami.

Pengelolaan Sampah Dinilai Bisa Menjadi Peluang Ekonomi

Pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai jual dinilai dapat menjadi peluang bagi Jakarta untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru.

Pengembangan BUMD persampahan juga diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah secara lebih terintegrasi dari proses pemilahan hingga pengolahan dan pemasaran produk.

Dailami menilai Jakarta tengah memasuki babak baru yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang sehingga membutuhkan kolaborasi lintas lembaga.

Dia memastikan DPD RI akan terus menjalankan fungsi konstitusional dengan menyerap aspirasi daerah, memberikan pertimbangan kepada pemerintah pusat, serta mengawal kebijakan nasional agar memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta.

“Setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang maju, aman, berdaya saing, tetap berbudaya, dan semakin menyejahterakan seluruh masyarakatnya,” ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf