HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Melemah saat Investor Menanti Sentimen Global dan Domestik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Berpotensi Melemah saat Investor Menanti Sentimen Global dan Domestik
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). IHSG pada perdagangan Senin (27/7) pagi dibuka melemah 10,63 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,80, dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (24/7) yang berada di level 6.196,43. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026, ketika pelaku pasar bersikap wait and see terhadap sejumlah sentimen global dan domestik.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan pergerakan IHSG akan ditentukan oleh kemampuan indeks mempertahankan sejumlah level teknikal penting.

"Selama mampu kembali menembus dan kembali bertahan di atas 6.377, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.463-6.500, dengan target berikutnya sekitar 6.723. Sebaliknya, pelemahan di bawah 6.299 berisiko memicu koreksi menuju 6.264, kemudian 6.230," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

IHSG pada pembukaan perdagangan justru menguat 18,44 poin atau 0,29 persen ke posisi 6.383,81.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga naik 1,88 poin atau 0,30 persen menjadi 636,01.

Pasar Menanti Data Inflasi Amerika Serikat

Dari tingkat global, perhatian investor tertuju pada rilis Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat periode Juli 2026 pada Rabu, 12 Agustus 2026, yang menjadi salah satu indikator penting bagi arah kebijakan bank sentral AS, The Fed.

Pasar memperkirakan inflasi tahunan AS melambat menjadi 3,4 persen dari 3,5 persen pada Juni 2026.

Data tenaga kerja AS yang lebih lemah sebelumnya juga telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.

Laporan tenaga kerja Juli 2026 menunjukkan penurunan 23.000 pekerjaan serta revisi payroll Mei-Juni 2026 sebesar 103.000.

Ketidakpastian global turut meningkat setelah Iran menolak pembicaraan langsung dengan AS dan menetapkan sejumlah syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz, termasuk pencabutan sanksi serta penghentian blokade laut.

"Ketidakpastian tersebut meningkatkan risiko terhadap kelancaran jalur perdagangan energi global," ujar Liza.

Konsumen Domestik Semakin Berhati-hati

Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada bulan sebelumnya, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) melemah menjadi 125,7 dari 126,4.

Meski masih berada pada level optimistis, penurunan tersebut menunjukkan konsumen semakin berhati-hati dalam melihat prospek pendapatan, lapangan kerja, dan daya beli.

Porsi pendapatan masyarakat untuk cicilan tercatat meningkat menjadi 10,5 persen dari sebelumnya 10 persen, sedangkan porsi konsumsi naik menjadi 73 persen dari 72,7 persen.

Dari sisi kebijakan, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia definitif kepada DPR setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.

Bursa saham AS sebelumnya bergerak melemah dengan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,10 persen ke 53.975,63, S&P 500 turun 0,10 persen menjadi 7.753,46, dan Nasdaq Composite melemah 0,30 persen ke 26.605,63.

Pergerakan bursa Asia pada Selasa pagi bervariasi dengan Nikkei menguat 2,08 persen, Shanghai melemah 0,11 persen, Hang Seng turun 0,45 persen, Kospi menguat 0,76 persen, dan Strait Times naik 0,83 persen.

Penulis :
Aditya Yohan