
Pantau - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia telah mencapai 6,25 miliar dolar AS dan menempatkan Indonesia di peringkat keempat negara ASEAN dengan ekspor sektor tersebut terbesar.
Kementerian Perdagangan menilai capaian tersebut masih memiliki ruang untuk ditingkatkan dengan mendorong pelaku usaha makanan dan minuman memperluas penetrasi ke pasar internasional.
"Saat ini kita ekspornya khusus untuk F&B berada di angka 6,25 miliar dolar AS dan kalau kita compare dengan negara-negara lainnya, kebetulan kita peringkat keempat di antara negara-negara ASEAN," ujar Roro di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Indonesia Tempati Peringkat Keempat ASEAN
Posisi pertama ekspor makanan dan minuman di ASEAN ditempati Thailand dengan nilai mencapai 17 miliar dolar AS.
Vietnam berada di posisi berikutnya dengan nilai ekspor 8,8 miliar dolar AS, sedangkan Singapura mencatat 6,5 miliar dolar AS.
Indonesia menempati posisi keempat dengan nilai ekspor sebesar 6,25 miliar dolar AS.
Roro menilai pasar internasional memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha makanan dan minuman Indonesia sehingga pemerintah berupaya memfasilitasi perusahaan yang telah siap melakukan ekspor.
"Kita bisa memfasilitasi seluruh pelaku usaha khususnya di sektor F&B ini untuk bisa penetrasi ke market internasional dengan jaringan yang kita miliki," katanya.
Kemendag Manfaatkan Jaringan di 33 Negara
Kementerian Perdagangan memiliki jaringan perwakilan perdagangan di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).
Jaringan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghubung antara pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli atau buyer di pasar internasional.
Peluang ekspor juga dinilai terbuka bagi produk halal Indonesia, termasuk untuk menembus pasar kawasan Timur Tengah.
Produk makanan Indonesia telah mulai memasuki pasar luar negeri melalui ekspansi sejumlah pelaku usaha dan restoran.
Diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara juga dinilai dapat menjadi pasar potensial bagi produk makanan dan minuman nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan



