HOME  ⁄  Nasional

Lestari Moerdijat Dorong Penataan Ulang Sistem Pendidikan untuk Atasi Kesenjangan Kompetensi Lulusan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Lestari Moerdijat Dorong Penataan Ulang Sistem Pendidikan untuk Atasi Kesenjangan Kompetensi Lulusan
Foto: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penataan ulang sistem pendidikan agar mampu menjawab kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan lapangan kerja

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penataan ulang sistem pendidikan nasional agar mampu menjawab kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan lapangan kerja.

Menurut Lestari, pendidikan tidak bisa hanya berorientasi pada logika pasar, tetapi juga harus mampu melahirkan manusia yang kritis, berbudaya, dan berkarakter sebagaimana cita-cita Ki Hajar Dewantara.

"Sistem pendidikan kita saat ini sedang berada di persimpangan jalan dan membutuhkan transformasi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kapasitas berpikir dan mampu mengaplikasikan ilmu mereka," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8).

8,01 Juta Sarjana Alami Underemployment

Dorongan tersebut disampaikan menyusul laporan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dalam Labor Market Brief Volume 7, Nomor 7, Juli 2026, ISSN 2808-2060, yang mengungkap tren overeducation di kalangan lulusan sarjana Indonesia.

Overeducation merupakan fenomena ketika lulusan bekerja pada pekerjaan yang sebenarnya tidak membutuhkan tingkat pendidikan setinggi pendidikan yang telah mereka tempuh.

Berdasarkan laporan LPEM FEB UI tersebut, sekitar 8,01 juta lulusan sarjana di Indonesia bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan mereka atau berada di bawah standar pendidikan yang dimiliki (underemployment).

Data tersebut menjadi alarm serius mengenai kesenjangan antara sistem pendidikan dan kebutuhan pasar kerja nasional.

Fenomena itu juga menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah tenaga kerja terdidik berlangsung lebih cepat dibandingkan penciptaan lapangan kerja yang membutuhkan keterampilan tinggi.

Menurut Lestari, salah satu penyebab kondisi tersebut adalah lemahnya hubungan antara program pendidikan, kompetensi yang dimiliki lulusan, dan kebutuhan pemberi kerja.

Pendidikan dan Lapangan Kerja Perlu Diselaraskan

Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, menilai diperlukan sinergi kolektif untuk menata ulang sistem pendidikan agar lebih selaras dengan kebutuhan ekonomi tanpa mengesampingkan nilai-nilai kebangsaan.

Lestari yang juga Anggota Komisi X DPR RI menilai perlu ada perencanaan yang matang antara perluasan akses terhadap pendidikan tinggi dan penciptaan lapangan kerja profesional yang produktif.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup hanya diukur berdasarkan jumlah lulusan yang dihasilkan.

Keberhasilan pendidikan tinggi juga harus dilihat dari kemampuan para lulusan untuk berkontribusi secara optimal dalam memperkuat fondasi pertumbuhan perekonomian nasional.

Penulis :
Leon Weldrick