HOME  ⁄  Nasional

Menteri PPPA Dorong Permainan Tradisional Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri PPPA Dorong Permainan Tradisional Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai
Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi saat menghadiri Festival Egrang ke-14 Tanoker Ledokombo di Kabupaten Jember, Jawa Timur (sumber: KemenPPPA)

Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong permainan tradisional menjadi alternatif efektif untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai atau screen time yang berlebihan.

Pernyataan tersebut disampaikan Arifah saat menghadiri Festival Egrang ke-14 Tanoker Ledokombo di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Sejak Peringatan Hari Anak Nasional 2025, kami mendorong permainan tradisional sebagai solusi untuk anak-anak kita agar tidak berlebihan menggunakan gawai. Kami menyampaikan apresiasi kepada Tanoker Ledokombo yang konsisten menginisiasi festival ini dari tahun ke tahun," kata Arifah Fauzi.

Festival Egrang Dinilai Menguatkan Karakter Anak

Arifah menilai Festival Egrang Tanoker Ledokombo menjadi langkah strategis berbasis komunitas yang tidak hanya melestarikan kearifan lokal, tetapi juga menguatkan karakter anak.

"Bagi saya ini perhelatan luar biasa karena berangkat dan tumbuh dari akar rumput, serta kesadaran masyarakat untuk membangun Ledokombo dan Jember menjadi lebih mandiri serta berdaya," kata Arifah Fauzi.

Menurut Arifah, permainan tradisional seperti egrang merupakan bagian dari kearifan lokal yang sejak dahulu menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan merajut kebersamaan.

Permainan tradisional juga memiliki berbagai nilai penting dalam kehidupan, antara lain gotong royong, sportivitas, komunikasi, sikap saling menghargai, kesetaraan, dan kebersamaan.

Melalui permainan tradisional, anak-anak dapat belajar bersosialisasi secara aktif dengan orang lain.

Pada saat yang sama, permainan tradisional memberikan ruang inklusif bagi keluarga dan masyarakat untuk berinteraksi sekaligus mempererat tali silaturahmi.

"Mudah-mudahan ini menjadi solusi bersama agar anak-anak dapat memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Pemkab Jember Integrasikan Program dengan Pemerintah Pusat

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan kehadiran Menteri PPPA dalam Festival Egrang ke-14 menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan program Pemerintah Kabupaten Jember dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Komitmen Kabupaten Jember akan terus sesuai dengan arahan Presiden dan Ibu Menteri PPPA, bagaimana anak-anak termasuk lansia mempunyai hak yang harus dipenuhi, termasuk pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, termasuk festival," kata Fawait.

Dalam kesempatan yang sama, sebanyak sepuluh kepala desa di Kecamatan Ledokombo mendeklarasikan komitmen untuk mengembangkan Ruang Bersama Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa