HOME  ⁄  Nasional

Populasi Gajah Sumatera Menyusut Drastis, Hari Gajah Sedunia 2026 Jadi Momentum Konservasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Populasi Gajah Sumatera Menyusut Drastis, Hari Gajah Sedunia 2026 Jadi Momentum Konservasi
Foto: (Sumber :Mahout atau pawang gajah bersiap memandikan gajah yang dirawat PKG Minas di Kabupaten Siak, Riau, Selasa (25/6/2024). ANTARA/Prisca Triferna.)

Pantau - Populasi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) diperkirakan tersisa sekitar 1.100 ekor yang tersebar dalam 21 kantong populasi per Juli 2026, sehingga momentum Hari Gajah Sedunia pada Rabu (12/8/2026) menjadi pengingat pentingnya memperkuat upaya konservasi satwa tersebut.

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan jumlah itu menyusut drastis dibandingkan 2007 ketika terdapat 42 kantong gajah dengan estimasi populasi sekitar 2.400 hingga 2.800 ekor.

Sementara itu, populasi gajah di wilayah Indonesia di Pulau Kalimantan diperkirakan hanya berkisar 30 hingga 80 ekor.

Gajah Sumatera dan gajah Kalimantan merupakan subspesies dari gajah Asia (Elephas maximus) yang kini masuk Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) dalam kategori terancam menuju kepunahan di alam liar.

Penyempitan Habitat Mengancam Populasi Gajah

Keberadaan gajah di Indonesia menghadapi sejumlah ancaman, terutama penyempitan ruang jelajah akibat konversi hutan menjadi perkebunan sawit, pembangunan jalan, serta perluasan permukiman.

Fragmentasi habitat membuat kelompok gajah terpisah karena jalur jelajahnya berubah menjadi kawasan perkebunan, permukiman, hingga jalan tol.

Kondisi tersebut juga meningkatkan potensi interaksi negatif antara manusia dan gajah karena ruang hidup satwa semakin bersinggungan dengan aktivitas masyarakat.

Populasi yang terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil turut meningkatkan risiko perkawinan sedarah yang dalam jangka panjang dapat mengurangi keragaman genetik, meningkatkan risiko kelainan, dan menurunkan sistem kekebalan tubuh gajah.

Selain kehilangan habitat, perburuan ilegal masih menjadi ancaman karena gading gajah tetap diperdagangkan di pasar gelap internasional.

Domang Jadi Sorotan dan Kenalkan Konservasi Gajah

Perhatian masyarakat terhadap konservasi gajah turut meningkat melalui Domang, anak gajah yang lahir pada 2 Desember 2021 di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

Perkembangan Domang rutin ditampilkan melalui media sosial Balai Taman Nasional Tesso Nilo hingga membuatnya dikenal luas oleh warganet sebagai salah satu gajah populer di Indonesia.

Popularitas Domang sekaligus membuka ruang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi gajah Indonesia yang menghadapi ancaman terhadap habitat dan populasinya.

Hari Gajah Sedunia yang diperingati setiap 12 Agustus menjadi momentum untuk memperkuat upaya menjaga habitat alami agar Domang dan gajah lainnya tetap memiliki ruang untuk hidup dan berkembang.

Penulis :
Aditya Yohan