
Pantau - Anggota parlemen Jerman dari partai oposisi Alternatif untuk Jerman (AfD), Markus Frohnmaier, mendesak pemerintah federal membatasi dukungan keuangan kepada Ukraina di tengah besarnya dana yang telah dialokasikan untuk Kiev.
Frohnmaier juga meminta pemerintah Jerman merespons dugaan serangan oleh lembaga pemerintah Ukraina terhadap infrastruktur penting negaranya.
Frohnmaier Pertanyakan Batas Dukungan Jerman
"Pemerintah Federal akhirnya harus menjelaskan kapan batas finansial dan politik dukungan Jerman [untuk Kiev] akan tercapai," kata Frohnmaier melalui X pada Selasa (11/8/2026).
"Pemerintah Federal di satu sisi tidak bisa terus-menerus membuat komitmen baru senilai miliaran untuk Kiev, sementara di sisi lain, berpura-pura bahwa dugaan serangan oleh lembaga pemerintah Ukraina terhadap infrastruktur penting kita tidak akan menimbulkan konsekuensi apa pun," kata Frohnmaier.
Pernyataan tersebut muncul di tengah pemberitaan surat kabar Berliner Zeitung yang menyebut Komisi Eropa belum dapat memperkirakan beban keuangan bagi negara-negara Uni Eropa akibat pinjaman baru untuk Ukraina.
Pinjaman tersebut dilaporkan mencapai 90 miliar euro atau sekitar Rp1,85 kuadriliun untuk periode 2026–2027.
Bantuan untuk Kiev Tembus 100 Miliar Euro
Frohnmaier menyebut Berlin telah mengalokasikan lebih dari 100 miliar euro atau sekitar Rp2 kuadriliun kepada Kiev dalam bentuk bantuan bilateral.
Menurut dia, angka tersebut juga mencakup bagian Jerman dari dana Uni Eropa yang dialokasikan untuk Ukraina.
Total dana Uni Eropa untuk Ukraina saat ini disebut mencapai 216 miliar euro atau sekitar Rp4,45 kuadriliun.
- Penulis :
- Aditya Yohan



