HOME  ⁄  Nasional

Menteri PPPA Tegaskan Kader PATBM dan Relawan SAPA Jadi Garda Terdepan Cegah Kekerasan Anak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri PPPA Tegaskan Kader PATBM dan Relawan SAPA Jadi Garda Terdepan Cegah Kekerasan Anak
Foto: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi (sumber: KemenPPPA)

Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Relawan SAPA memiliki peran krusial sebagai garda terdepan di tingkat akar rumput dalam mencegah sekaligus merespons kekerasan terhadap anak.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu (12/8/2026), saat berdialog secara daring dengan kader PATBM dan Relawan SAPA dari berbagai daerah di Indonesia.

Dialog tersebut diikuti lebih dari 400 partisipan PATBM yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Perlindungan Anak Harus Menghasilkan Perubahan Nyata

Menteri PPPA menekankan keberhasilan upaya perlindungan anak tidak hanya dinilai berdasarkan banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi juga perubahan nyata yang muncul di tengah keluarga dan masyarakat.

"Kita tidak hanya ingin melihat banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi juga ada perubahan yang terjadi, yaitu semakin kuatnya norma anti-kekerasan, semakin baiknya pengasuhan keluarga, semakin berdayanya anak, serta semakin responsifnya masyarakat ketika melihat adanya kekerasan terhadap anak," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.

Perubahan yang diharapkan meliputi semakin kuatnya norma yang menolak kekerasan, meningkatnya kualitas pengasuhan keluarga, semakin berdayanya anak, serta meningkatnya respons masyarakat ketika mengetahui atau melihat kekerasan terhadap anak.

Dialog daring tersebut juga menjadi sarana bagi para kader untuk menyampaikan pengalaman mereka dalam menjalankan upaya perlindungan anak secara langsung di tingkat masyarakat.

Dalam forum itu, para kader membagikan praktik baik yang telah dilakukan sekaligus menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak.

PATBM Perkuat Anak, Keluarga, dan Masyarakat

Menteri PPPA menyatakan PATBM telah menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun ketahanan pada tiga unsur yang berkaitan erat dengan perlindungan anak, yakni anak, keluarga, dan masyarakat.

PATBM berupaya meningkatkan kemampuan anak agar dapat mengenali hak-haknya sekaligus melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Gerakan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat keluarga dan orang tua agar mampu memberikan pola pengasuhan yang aman bagi anak.

Di tingkat masyarakat, PATBM berperan membangun norma, kesadaran, dan kepedulian bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak.

"Gerakan ini menyentuh tiga lingkungan penting dalam kehidupan anak. Tidak hanya memperkuat kemampuan anak untuk mengenali haknya dan melindungi dirinya, namun juga memperkuat keluarga dan orang tua agar mampu memberikan pengasuhan yang aman, serta membangun masyarakat yang memiliki norma dan kepedulian untuk menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Penulis :
Arian Mesa