
Pantau - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan skrining Tuberkulosis (TBC) di Lapas Kelas IIA Gorontalo.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa mengatakan dirinya turut mendampingi kunjungan tersebut.
Wamenkes dan Wamendagri melihat langsung kondisi klinik kesehatan di lapas, termasuk ketersediaan tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana pelayanan.
Wamenkes menilai keberadaan klinik di lingkungan lapas menjadi bagian penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
CKG Diintegrasikan dengan Deteksi Dini TBC
Wamenkes berharap klinik lapas dapat dimanfaatkan secara optimal untuk CKG, termasuk pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular dan deteksi dini TBC.
Program tersebut juga dapat mencakup pemeriksaan gula darah dan tekanan darah serta pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan indikasi infeksi TBC atau kelainan jantung.
"Bekerja sama dengan rumah sakit pun penting, sehingga kalau ada yang memang memerlukan rawat inap, bisa dilakukan," kata Wamenkes.
Integrasi pemeriksaan kesehatan dan skrining penyakit diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus serta memastikan warga binaan yang memiliki faktor risiko segera memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhan medis.
Wamenkes juga berharap warga binaan dengan faktor risiko dapat dipantau dan diperiksa secara berkala, termasuk setiap minggu apabila diperlukan.
Pemerintah Akan Memperkuat 532 Klinik Lapas
Pemerintah akan memperkuat klinik kesehatan di lapas seluruh Indonesia melalui dukungan alat kesehatan, khususnya peralatan untuk menunjang pelaksanaan CKG bagi warga binaan.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pelayanan kesehatan serta memastikan warga binaan memperoleh akses deteksi dini dan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.
"Ada 532 klinik kita petakan dulu, mengingat tiap wilayah beda-beda, ada yang besar ada yang kecil ada yang sedang jadi dibantu sesuai dengan kebutuhan," kata Wamenkes.
Pemetaan dilakukan karena kondisi dan kapasitas setiap klinik lapas berbeda sehingga dukungan pemerintah akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



