HOME  ⁄  Nasional

El Nino Kuat Ancam Jawa Timur, BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

El Nino Kuat Ancam Jawa Timur, BMKG Ingatkan Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. ANTARA/Ananto Pradana..)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur mengingatkan seluruh daerah di provinsi tersebut mewaspadai fenomena El Nino kategori kuat yang berpotensi mengurangi curah hujan, memperpanjang kekeringan, dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Linda Fitrotul mengatakan indikasi El Nino kuat terlihat dari nilai anomali suhu muka laut di wilayah Samudra Pasifik timur atau Nino 3.4 yang berada di atas +2 derajat Celsius.

"Dampak yang perlu diwaspadai adalah berkurangnya curah hujan dan musim kemarau menjadi lebih kering, karena dapat menyebabkan hari tanpa hujan menjadi lebih panjang, meningkatkan potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air untuk pertanian maupun kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan risiko karhutla," kata Linda di Kabupaten Malang, Kamis (13/8/2026).

El Nino Bisa Perpanjang Kemarau di Jawa Timur

BMKG menyebut kondisi tersebut juga dipengaruhi anomali suhu muka laut di Samudra Hindia bagian barat dan timur yang ditunjukkan melalui Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif 0,63.

Kondisi IOD tersebut mengindikasikan suplai air cenderung bergerak dari wilayah Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika.

Kombinasi El Nino kuat dan kondisi Samudra Hindia itu berpotensi membuat musim kemarau di wilayah Indonesia menjadi lebih kering dibandingkan kondisi normal.

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur memperkirakan musim kemarau di provinsi tersebut dapat berlangsung hingga awal 2027.

Kondisi itu membuat potensi kekeringan perlu diwaspadai karena hari tanpa hujan dapat berlangsung lebih panjang serta berdampak terhadap ketersediaan air bagi sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat.

BMKG Minta Warga Hindari Pemicu Karhutla

BMKG mengimbau masyarakat menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan selama kondisi kering berlangsung.

Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah karena api dapat memicu kebakaran ketika vegetasi dan lahan berada dalam kondisi kering.

Warga juga diingatkan tidak membersihkan lahan atau kebun menggunakan api maupun metode pembakaran.

"Kami mengimbau pula supaya masyarakat bijak saat memanfaatkan air," kata Linda Fitrotul.

BMKG menekankan kewaspadaan terhadap penggunaan air menjadi penting seiring potensi berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan selama fenomena El Nino kuat.

Penulis :
Ahmad Yusuf