
Pantau - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum untuk mempercepat kemandirian industri Indonesia melalui penguasaan teknologi dan pendalaman struktur industri nasional.
Peluncuran Molinas beserta ekosistem pendukungnya dilakukan Presiden Prabowo di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
"Molinas harus kita jadikan sebagai momentum untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin kuat dari hulu sampai hilir. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi harus menjadi basis produksi dan pengembangan teknologi kendaraan listrik yang memiliki daya saing global," kata Agus dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Industri Kendaraan Listrik Punya Kapasitas Jutaan Unit
Indonesia saat ini memiliki 69 perusahaan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua dan roda tiga dengan total kapasitas produksi 2,511 juta unit per tahun dan investasi sekitar Rp1,2 triliun.
Sebanyak 14 perusahaan kendaraan listrik roda empat juga memiliki kapasitas produksi 409.860 unit per tahun, sedangkan 10 perusahaan kendaraan komersial listrik mempunyai kapasitas 7.500 unit per tahun.
Total investasi industri perakitan kendaraan listrik nasional tercatat sekitar Rp30,468 triliun.
"Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasi manufaktur yang sangat memadai. Tantangan kita berikutnya adalah memastikan pasar tumbuh secara berkelanjutan, utilisasi kapasitas produksi meningkat, dan pada saat yang sama struktur industri semakin dalam melalui penggunaan komponen buatan dalam negeri," ujar Agus.
Populasi kendaraan listrik di Indonesia berdasarkan data yang diolah Kementerian Perindustrian telah mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026.
Kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan 242.909 unit, disusul kendaraan listrik roda empat penumpang sebanyak 223.100 unit.
Populasi KBLBB nasional mencatat compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen sepanjang periode 2020-2025.
"Kita ingin setiap peningkatan penggunaan kendaraan listrik memberikan multiplier effect sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Artinya, semakin banyak kendaraan listrik digunakan masyarakat, semakin besar pula komponen yang diproduksi di Indonesia, investasi yang masuk, teknologi yang kita kuasai, serta aktivitas industri yang tumbuh di dalam negeri," ungkapnya.
Pemerintah Dorong TKDN hingga 80 Persen
Kementerian Perindustrian juga mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) agar transformasi kendaraan listrik memberikan nilai tambah lebih besar bagi industri nasional.
Per 22 Juli 2026, sebanyak 48 perusahaan dengan total 213 produk KBLBB telah memperoleh sertifikat TKDN.
Khusus kendaraan listrik roda dua dan roda tiga, terdapat 31 perusahaan dengan 98 produk tersertifikasi dengan capaian TKDN antara 27,00 hingga 74,27 persen dan rata-rata 47,5 persen.
Nilai TKDN tertinggi untuk kendaraan listrik roda empat telah mencapai 80,01 persen.
Pemerintah menetapkan target minimum TKDN KBLBB sebesar 40 persen hingga 2026, meningkat menjadi minimum 60 persen pada periode 2027-2029, kemudian minimum 80 persen mulai 2030.
"Peluncuran Molinas menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk bergerak dari sekadar pengguna teknologi menjadi bangsa yang mampu mengembangkan dan memproduksi teknologi sendiri. Semangat Indonesia Incorporated yang disampaikan Bapak Presiden harus kita terjemahkan menjadi kerja nyata untuk membangun industri nasional yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing global," sebut Menperin.
- Penulis :
- Aditya Yohan



