
Pantau - Presiden Prabowo Subianto memuji capaian lembaga legislatif setelah DPR RI bersama pemerintah menyelesaikan dan mengundangkan 13 Rancangan Undang-Undang (RUU) hingga Juli 2026, sementara DPD RI menghimpun 10.883 aspirasi masyarakat dari 38 provinsi.
Capaian tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan dan mengundangkan 13 Rancangan Undang-Undang sampai bulan Juli 2026,” kata Presiden.
Prabowo menegaskan pembangunan bangsa bukan hanya menjadi pekerjaan presiden, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta rakyat Indonesia.
Prabowo Soroti Peran MPR dan Produk Legislasi DPR
Presiden menyebut MPR RI terus menjalankan peran sebagai Rumah Kebangsaan melalui penguatan literasi konstitusi serta upaya merawat Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Demokrasi tidak boleh berhenti pada prosedur pemilihan. Demokrasi harus memenuhi hak dasar rakyat dan berpegang kepada semua pasal-pasal di Undang-Undang Dasar kita,” katanya.
Salah satu produk legislasi yang disoroti Prabowo adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga.
Menurut Prabowo, regulasi tersebut menjadi bentuk pengakuan bahwa setiap pekerjaan memiliki martabat dan setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan.
DPD Himpun 10.883 Aspirasi dari 38 Provinsi
Prabowo juga menyoroti kinerja DPD RI yang telah menghimpun sebanyak 10.883 aspirasi masyarakat dari 38 provinsi.
Aspirasi tersebut kemudian dibawa DPD RI dalam dialog bersama Bappenas sebagai masukan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027.
“DPD juga terus memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang kini sudah masuk pembahasan tripartit bersama DPR dan pemerintah. Insyaallah akan selesai,” kata Prabowo.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada Jumat juga mengagendakan pidato Presiden mengenai laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Agenda kenegaraan tersebut digelar menjelang peringatan kemerdekaan dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



