HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Sebut Dividen BUMN Melonjak 67 Persen Menjadi Rp142,3 Triliun pada 2025

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Prabowo Sebut Dividen BUMN Melonjak 67 Persen Menjadi Rp142,3 Triliun pada 2025
Foto: (Sumber :Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjalan menuju podium saat akan menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye.)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disetorkan pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun atau melonjak 67 persen dibandingkan 2024 setelah pemerintah melakukan perbaikan tata kelola dan kinerja perusahaan negara.

Prabowo menyampaikan capaian tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Dividen BUMN yang disetorkan tahun 2025 mencapai 142,3 triliun, naik 67 persen dari tahun 2024," ujar Presiden Prabowo.

Keuntungan BUMN Tembus Rp326 Triliun

Prabowo mengatakan pemerintah sebelumnya melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN sehingga laba pada 2024 tercatat Rp186 triliun dengan setoran dividen sebesar Rp85,5 triliun.

Pada 2025, keuntungan BUMN kemudian meningkat menjadi Rp326 triliun atau naik 75,3 persen dibandingkan 2024.

Presiden menegaskan keuntungan sebesar Rp326 triliun tersebut dicapai tanpa permainan angka.

Kontribusi BUMN juga meningkat setelah memperhitungkan penanaman modal negara (PMN) yang diberikan melalui APBN.

Dividen BUMN setelah dikurangi PMN pada 2024 tercatat Rp53 triliun, kemudian melonjak menjadi Rp138 triliun pada 2025 atau meningkat 160 persen.

Prabowo memperkirakan kontribusi dividen BUMN kembali meningkat pada 2026 hingga mencapai Rp200 triliun tanpa adanya PMN.

"Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang sangat cepat," kata Presiden.

Prabowo Apresiasi Pimpinan Danantara

Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen dan pimpinan Danantara atas kontribusi mereka dalam pembenahan perusahaan-perusahaan negara.

"Sekali lagi saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas ini pimpinan Danantara bisa dapat bintang kehormatan yang pantas di suasana hari kemerdekaan ini," kata Presiden Prabowo.

Menurut Prabowo, peningkatan keuntungan BUMN tidak hanya ditujukan untuk menambah penerimaan negara, tetapi juga digunakan dalam mempercepat program hilirisasi.

"Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita," ujar Presiden Prabowo.

Pidato tersebut disampaikan dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sidang tahunan tahun ini mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" serta menjadi forum penyampaian laporan kinerja lembaga negara dan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan