HOME  ⁄  Nasional

Dubes Arab Saudi Tegaskan Hubungan Strategis dengan Indonesia, Kerja Sama Meluas dari Keagamaan hingga Investasi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dubes Arab Saudi Tegaskan Hubungan Strategis dengan Indonesia, Kerja Sama Meluas dari Keagamaan hingga Investasi
Foto: Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi ditemui usai pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14/8/2026 (sumber: ANTARA/Nabil Ihsan)

Pantau - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi menegaskan hubungan Arab Saudi dan Indonesia merupakan hubungan yang sangat strategis dan memiliki arti penting bagi kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Al Amoudi setelah menghadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Al Amoudi menekankan hubungan kedua negara tidak hanya erat, tetapi juga mencakup kerja sama dalam berbagai sektor penting.

Arab Saudi Soroti Kerja Sama Strategis dengan Indonesia

“Hubungan antara Arab Saudi dan Indonesia merupakan hubungan yang sangat strategis dan erat. Kerja sama kedua negara mencakup berbagai sektor, antara lain sektor keagamaan, investasi, perdagangan, serta berbagai bidang lainnya,” kata Al Amoudi.

Dubes Arab Saudi tersebut juga menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia serta salam dan penghormatan dari Penjaga Dua Masjid Suci.

Salam tersebut ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, pemerintah Indonesia, serta seluruh rakyat Indonesia.

“Selamat untuk Indonesia. Kami menyampaikan salam dan penghormatan terbaik dari Penjaga Dua Masjid Suci. Semoga Allah memberkahi Indonesia, Bapak Presiden Prabowo, pemerintah, dan seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Al Amoudi.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi secara resmi telah terjalin sejak 1 Mei 1950 dengan sejumlah ikatan penting, termasuk hubungan keagamaan dan persaudaraan.

Kerja sama kedua negara juga memiliki keterkaitan erat dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia.

Di luar bidang keagamaan, Indonesia dan Arab Saudi membangun kemitraan strategis dalam sektor ekonomi, energi, dan investasi dengan nilai mencapai miliaran dolar AS.

Berdasarkan data Sekretariat Presiden pada 2025, nilai perdagangan Indonesia dan Arab Saudi selama lima tahun terakhir mencapai sekitar 31,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp561,5 triliun.

Nilai perdagangan tersebut menjadikan Arab Saudi sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia di kawasan.

Prabowo Tekankan Pentingnya Kemandirian Indonesia

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya menyoroti situasi global yang sedang menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian.

Prabowo menyebut dunia sedang menghadapi konflik geopolitik, perang dagang, serta perang terbuka di Eropa, Timur Tengah, dan sejumlah wilayah lainnya.

Kondisi global tersebut turut menyebabkan gangguan terhadap rantai pasok sekaligus memberikan tekanan terhadap perekonomian dunia.

Menghadapi situasi tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kemampuan Indonesia untuk semakin berdiri di atas kaki sendiri.

Kemandirian dinilai penting agar Indonesia memiliki ketahanan yang kuat apabila kondisi dan gejolak dunia pada masa mendatang semakin memburuk.

“Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh bergantung pada pihak-pihak dari luar karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek, kita harus tetap survive,” tegas Prabowo.

Penulis :
Arian Mesa