HOME  ⁄  Nasional

23 Penerima Beasiswa Vokasi Baitul Mal Aceh Kini Bekerja di Hotel dan Restoran Malaysia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

23 Penerima Beasiswa Vokasi Baitul Mal Aceh Kini Bekerja di Hotel dan Restoran Malaysia
Foto: Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, menyerahkan laporan pelaksanaan program pendidikan vokasi perhotelan kerja sama BMA dan ITC Aceh kepada Ketua Badan BMA, Abon Yunus saat berkunjung ke Kantor Baitul Mal Aceh, di Banda Aceh, Rabu 12/8/2026 (sumber: Baitul Mal Aceh)

Pantau - Sebanyak 23 penerima beasiswa vokasi Baitul Mal Aceh (BMA) yang bekerja sama dengan International Tourism College (ITC) Aceh kini bekerja di sejumlah hotel berbintang dan restoran di Malaysia sambil tetap melanjutkan pendidikan.

Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, menyampaikan capaian tersebut setelah berkunjung ke Baitul Mal Aceh untuk melaporkan pelaksanaan program pendidikan vokasi perhotelan hasil kerja sama kedua pihak.

"Alhamdulillah, anak-anak kita tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendapat kesempatan bekerja di industri perhotelan Malaysia. Ini menjadi pengalaman penting untuk membangun kompetensi dan masa depan mereka," kata Muhammad Nasir.

Program Berjalan Tiga Periode

Muhammad Nasir menjelaskan, program beasiswa vokasi tersebut bertujuan menyiapkan sumber daya manusia Aceh yang memiliki kompetensi di bidang pariwisata dan perhotelan serta mampu bersaing di dunia kerja.

Program tersebut telah berlangsung selama tiga periode, yakni periode 2021-2022 dengan 17 mahasiswa, periode 2023-2024 sebanyak 19 mahasiswa, dan periode 2025-2026 dengan 39 mahasiswa sebagai penerima manfaat beasiswa BMA.

Dari para penerima program tersebut, sebanyak 23 mahasiswa kini telah bekerja di sejumlah hotel dan restoran di Malaysia.

Mereka antara lain bekerja di Tune Aeropolis Sepang, Tune KLIA Sepang, TP Golf Resort Johor, Palm Seremban, Ruma Hotel Kuala Lumpur, serta JP&CO Sunway Pyramid dan Putrajaya.

Sebagian penerima beasiswa lainnya bekerja di Restaurant Muffin Seremban dan Restaurant Bangkok Wok Seremban.

Dalam pertemuan tersebut, BMA dan ITC Aceh juga mengevaluasi pelaksanaan program pada periode sebelumnya sekaligus membahas keberlanjutan pendidikan vokasi perhotelan.

Kedua pihak turut membahas mekanisme seleksi penerima beasiswa periode mendatang agar bantuan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.

Penerima manfaat ke depan dapat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga korban konflik, keluarga terdampak musibah, serta mereka yang memiliki kemauan kuat untuk belajar.

Muhammad Nasir turut menyampaikan apresiasi kepada Baitul Mal Aceh atas dukungan terhadap kebutuhan pendidikan para penerima beasiswa.

"Terima kasih kepada BMA yang selama ini terus mendukung kebutuhan pendidikan mereka," ungkap Muhammad Nasir.

BMA Nilai Beasiswa Membuka Jalan Masa Depan

Ketua BMA, Tgk Muhammad Yunus, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan program yang didanai dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan Baitul Mal Aceh.

Menurut Tgk Muhammad Yunus, keberhasilan penerima beasiswa hingga mampu bekerja di Malaysia menunjukkan pengelolaan zakat dan infak oleh BMA memberikan dampak nyata kepada penerima manfaat.

"Kami sangat bersyukur dan bangga, ini menunjukkan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pendidikan, tetapi mampu membuka jalan bagi masa depan mereka," kata Tgk Muhammad Yunus.

Ia berharap para alumni program tersebut terus berprestasi sekaligus menjaga nama baik Aceh.

Setelah memperoleh penghasilan, para alumni juga diharapkan dapat berbagi kembali kepada masyarakat melalui zakat, infak, ataupun sedekah sesuai kemampuan masing-masing.

"Dulu mereka dibantu, setelah berhasil diharapkan membantu pula orang lain. Dengan begitu, manfaat beasiswa ini akan terus berputar dan semakin banyak anak Aceh yang mendapat kesempatan mengubah masa depannya," ungkap Tgk Muhammad Yunus.

Penulis :
Arian Mesa