HOME  ⁄  Nasional

Gempa M7,7 di Nagekeo Merusak Sejumlah Bangunan di Kota Bima, BPBD Terus Lakukan Pendataan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gempa M7,7 di Nagekeo Merusak Sejumlah Bangunan di Kota Bima, BPBD Terus Lakukan Pendataan
Foto: (Sumber :Foto kombo ini menunjukkan sejumlah bangunan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat mengalami kerusakan terdampak akibat gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Kota Bima/aa..)

Pantau - Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan sejumlah bangunan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kerusakan pada Sabtu (15/8/2026).

Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.58 WITA tersebut dirasakan di Kota Bima hingga menyebabkan kerusakan pada rumah warga, Gudang Bulog, dan plafon Masjid Hotel Mutmainnah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima A Faruk mengatakan pendataan awal menemukan satu rumah warga mengalami kerusakan kategori sedang.

"Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat satu unit rumah mengalami rusak sedang di wilayah Rabangodu Selatan RT 03 RW 01 akibat guncangan gempa bumi," ujar Faruk melalui keterangan di Mataram, Sabtu.

Rumah Warga hingga Gudang Bulog Rusak

Selain rumah warga, guncangan gempa menyebabkan kerusakan pada bagian dinding Gudang Bulog hingga sejumlah karung beras di dalam bangunan tersebut berjatuhan.

Kerusakan juga ditemukan pada plafon Masjid Hotel Mutmainnah di Kota Bima.

BPBD masih melakukan pendataan dan pemantauan untuk mengetahui secara menyeluruh dampak gempa terhadap masyarakat maupun bangunan.

"Hingga saat ini laporan masih disusun, pendataan, dan pemantauan terhadap dampak gempa masih dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kerusakan atau dampak lainnya," kata Faruk.

Tim BPBD juga berkoordinasi dengan Tim Relawan Kebencanaan di kelurahan setempat dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak.

"Kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan, sementara pendataan, dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh kejadian gempa," katanya menjelaskan.

BPBD Siapkan Kebutuhan Logistik Warga

BPBD Kota Bima mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, terutama makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan keluarga.

Material penanganan darurat berupa terpal atau bahan penutup sementara juga diperlukan apabila bagian rumah yang rusak belum aman digunakan.

"Pemenuhan kebutuhan logistik akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan perkembangan kondisi warga terdampak di lapangan," kata Faruk.

BPBD masih melanjutkan asesmen dan verifikasi lapangan untuk memastikan jumlah kerusakan serta dampak lain akibat gempa bermagnitudo 7,7 tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf