
Pantau - Indonesia dan Pakistan dinilai memiliki potensi besar menjadi pemimpin industri halal global dengan dukungan populasi Muslim kedua negara serta kerja sama yang telah diperkuat melalui nota kesepahaman industri halal.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyampaikan peluang tersebut dalam perayaan Hari Kemerdekaan Pakistan di Jakarta, Jumat (14/8/2026) malam.
"Pakistan dan Indonesia kita tidak hanya bisa mempromosikan ekonomi halal di negara kita masing-masing, tapi bersama kita bisa menjadi pemimpin dalam industri halal," kata Chaudhri.
Pakistan memiliki populasi sekitar 250 juta jiwa, sedangkan Indonesia sekitar 280 juta jiwa, sehingga jumlah penduduk kedua negara mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia.
Industri halal global saat ini mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan hingga layanan halal, dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai sekitar 7 triliun dolar AS.
Kerja Sama Industri Halal Diperkuat
Chaudhri menyambut baik nota kesepahaman atau MoU mengenai kerja sama industri halal yang ditandatangani Indonesia dan Pakistan di Islamabad pada 9 Desember 2025.
Kerja sama tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendorong pengembangan industri halal kedua negara.
Besarnya populasi dan pasar kedua negara membuka peluang Indonesia dan Pakistan untuk tidak hanya memperkuat industri halal domestik, tetapi juga meningkatkan peran di pasar global.
Perdagangan Indonesia-Pakistan Capai Rp75 Triliun
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut Pakistan sebagai salah satu mitra ekonomi penting Indonesia, khususnya di kawasan Asia Selatan.
Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Pakistan mencapai sekitar 4,26 miliar dolar AS atau sekitar Rp75 triliun pada 2025, meningkat 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekspor Indonesia ke Pakistan tercatat sekitar 4,11 miliar dolar AS atau sekitar Rp73 triliun, sementara nilai impor mencapai sekitar 153 juta dolar AS atau sekitar Rp2,7 triliun.
"Angka-angka tersebut menunjukkan kuatnya kemitraan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan melalui semangat gotong royong," kata Dyah.
Pernyataan mengenai penguatan hubungan ekonomi tersebut disampaikan bertepatan dengan perayaan kemerdekaan ke-79 Pakistan, yang berdiri sebagai negara berdaulat pada 14 Agustus 1947.
- Penulis :
- Aditya Yohan



