HOME  ⁄  Nasional

Siswi Sekolah Rakyat Ismi Ulfaida Cetak Sejarah dengan Lolos sebagai Calon Paskibraka Nasional 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Siswi Sekolah Rakyat Ismi Ulfaida Cetak Sejarah dengan Lolos sebagai Calon Paskibraka Nasional 2026
Foto: (Sumber :Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar, yang berhasil lolos sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mewakili Provinsi Sulawesi Barat. ANTARA/HO-Kemensos.)

Pantau - Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar, mencetak sejarah sebagai siswa Sekolah Rakyat pertama yang berhasil lolos menjadi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Remaja berusia 16 tahun asal Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, itu menjadi salah satu dari 76 putra-putri yang mewakili 38 provinsi di Indonesia.

Ismi merupakan anak ketiga pasangan Rahman dan Suburia yang mendapat pengumuman kelulusan seleksi pada 22 Juni 2026.

"Ini baru pertama kalinya saya menjadi Paskibra," ujar Ismi.

Ismi Bersaing dengan 119.441 Pendaftar

Ismi baru mengenal dan mendalami kegiatan baris-berbaris setelah menempuh pendidikan di SRT 22 Polewali Mandar melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.

Pihak sekolah kemudian mendaftarkan Ismi dalam seleksi sekaligus memberikan bimbingan Wawasan Kebangsaan, Intelegensia Umum, kesenian, serta latihan baris-berbaris secara intensif.

Keinginan Ismi menjadi Paskibraka muncul setelah melihat Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki Paskibraka Nasional 2025 asal Sulawesi Utara, melalui media sosial.

Ismi kemudian mengikuti seleksi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Tahapan seleksi meliputi verifikasi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensi Umum, kesamaptaan, baris-berbaris, tes kepribadian, minat dan bakat, serta psikotes pada tingkat provinsi.

Ismi akhirnya mampu bersaing di tengah 119.441 pendaftar hingga lolos ke tingkat nasional.

Dari 170 siswa Sekolah Rakyat yang mengikuti Program Paskibraka, sebanyak 48 siswa lolos tingkat kota atau kabupaten dan dua siswa mencapai tingkat provinsi.

Ismi menjadi satu-satunya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil melaju hingga tingkat nasional pada 2026.

Jalani Pelatihan untuk HUT ke-81 RI

Ismi mulai menjalani Pembinaan dan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Pusat 2026 pada 14 Juli 2026.

Ia menjalani karantina dan latihan terpusat di Jakarta untuk mempersiapkan tugas pada peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.

"Mama, Papa, sehat-sehat ya di sana, jaga kesehatan, tunggu Ismi pulang," kata Ismi.

Ismi mengatakan pola kedisiplinan yang diterapkan Sekolah Rakyat membantunya beradaptasi selama menjalani pelatihan calon Paskibraka.

"Bangun tidur, terus mandi, sholat. Habis itu olahraga pagi, lanjut latihan sampai jam tujuh, ishoma, latihan lagi sampai jam lima sore, sholat Maghrib, makan malam, sholat Isya. Kalau ada materi, materi dulu. Kalau enggak ada, langsung istirahat. Mirip di Sekolah Rakyat," kata Ismi menceritakan sekilas kesehariannya saat pelatihan.

Ia juga mengajak siswa lain untuk tetap berusaha meraih cita-cita meski menghadapi berbagai keterbatasan.

"Untuk teman-teman di luar sana, tetap semangat ya. Jangan putus asa, jangan mudah menyerah," kata Ismi.

Wakil Kepala BPIP sekaligus Pengarah Program Paskibraka Rima Agristina mengapresiasi Sekolah Rakyat dan Kementerian Sosial karena memberikan kesempatan kepada para siswa mengikuti program tersebut.

"Kami mencatat ada 170 siswa Sekolah Rakyat yang mendaftar untuk ikut Program Paskibraka ini. Ini juga apresiasi untuk Kementerian Sosial dan juga semua pelaksanaan dari Sekolah Rakyat karena berhasil memberikan kesempatan kepada adik-adiknya untuk mengikuti program ini," kata Rima.

Penulis :
Aditya Yohan