
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan sejumlah alat berat untuk menangani longsoran yang mengganggu jalan nasional setelah gempa bumi berkekuatan sekitar magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 WITA.
Penanganan difokuskan pada pembersihan material longsoran untuk menjaga konektivitas jalan serta mendukung mobilitas masyarakat dan petugas penanganan bencana.
Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan seluruh jajaran balai di wilayah NTT meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.
Dody menekankan kesiapan sumber daya dan koordinasi diperlukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak.
"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," ungkap Dody.
Tim BPJN NTT Identifikasi Kerusakan Jalan Nasional
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan sekitar magnitudo 7,7 dengan pusat gempa berada di wilayah pantai utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer di timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Direktorat Jenderal Bina Marga, telah menerjunkan tim untuk memantau dan mengidentifikasi kondisi infrastruktur di wilayah terdampak.
Pemantauan dan identifikasi dilakukan secara bertahap karena masih terdapat potensi gempa susulan yang dapat membahayakan petugas di lapangan.
Hasil pemantauan awal menemukan sejumlah longsoran tebing yang menutup badan jalan nasional di beberapa ruas.
Ruas terdampak antara lain Malwatar-Batas Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, Km 210-Batas Kabupaten Manggarai, Gako-Aigela-Batas Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, serta Wolowaru-Maumere.
Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Material Longsoran
Kementerian PU mengerahkan alat berat ke sejumlah titik untuk mempercepat pembersihan material longsoran yang menutup maupun mengganggu badan jalan.
Di wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader telah bergerak menuju lokasi terdampak untuk membantu penanganan material longsoran.
Di wilayah PPK 3.4, satu unit excavator telah dikerahkan untuk membersihkan material longsoran.
Sementara itu, dua unit loader telah bergerak menuju lokasi penanganan di wilayah PPK 4.1.
Kementerian PU juga menyiagakan satu unit excavator di Ende agar dapat digunakan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.
Pembersihan dilakukan agar akses masyarakat tetap terjaga sekaligus memastikan mobilitas petugas dan sarana penanganan bencana tidak terganggu.
Kepala BPJN NTT Janto mengatakan tim di lapangan untuk sementara masih memprioritaskan pembersihan material longsoran dari badan jalan.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional di wilayah terdampak belum dapat dilakukan karena petugas masih mempertimbangkan keselamatan di tengah kemungkinan gempa susulan.
Kementerian PU Lanjutkan Pemantauan Pascagempa
Kementerian PU akan terus memantau kondisi dan memperbarui data kerusakan infrastruktur seiring perkembangan situasi keamanan di lapangan.
Penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen untuk memastikan jalan nasional di wilayah terdampak dapat kembali berfungsi dan mendukung pemulihan pascagempa.
Dody turut menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT serta mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi para korban.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan," kata Dody.
- Penulis :
- Arian Mesa



