
Pantau - Perum Bulog menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa beras dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat pascabencana.
"Bulog siap bergerak cepat membantu pemerintah dan masyarakat yang terdampak bencana di NTT," kata Ahmad.
Bulog Alokasikan Bantuan untuk Setiap Kabupaten Terdampak
Sebagai langkah awal, Bulog mulai mendistribusikan satu ton beras ke Kabupaten Manggarai dan 500 kilogram beras ke Kabupaten Nagekeo pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Bulog secara keseluruhan mengalokasikan hingga 10 ton beras dan 1.000 liter minyak goreng untuk setiap kabupaten yang terdampak gempa di NTT.
"Bantuan beras dan minyak goreng akan kami salurkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Yang terpenting, masyarakat terdampak dapat segera merasakan kehadiran pemerintah dan mendapatkan akses terhadap kebutuhan pangan," ucap Ahmad Rizal Ramdhani.
Ahmad memastikan stok dan jaringan distribusi Bulog di wilayah NTT dalam kondisi aman untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan proses pemulihan pascabencana.
Distribusi Libatkan TNI, Polri, Basarnas, dan Pemerintah Daerah
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tim petugas gabungan, TNI, Polri, Basarnas, serta pemerintah daerah setempat.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk membantu distribusi bantuan menembus wilayah yang memiliki keterbatasan akses setelah gempa.
Bulog akan menyesuaikan penyaluran beras dan minyak goreng dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi di lapangan agar bantuan pangan dapat menjangkau korban terdampak.
- Penulis :
- Gerry Eka



