HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan Kerahkan Ribuan Personel untuk Tangani Gempa NTT

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan Kerahkan Ribuan Personel untuk Tangani Gempa NTT
Foto: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan) mengecek kloter terakhir penerbangan logistik bantuan yang dikirimkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pantau - Pemerintah telah mengirimkan total 27 ton bantuan logistik ke wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Sabtu (15/8/2026) malam melalui sejumlah penerbangan pesawat Hercules.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pengiriman bantuan dilakukan sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu subuh.

"Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu. Dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga," ujar Teddy.

Presiden Prabowo Subianto juga mendorong koordinasi lintas sektor agar penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak berlangsung cepat serta tepat sasaran.

Prabowo Perintahkan Sejumlah Menteri Terbang ke NTT

Presiden memerintahkan sejumlah pejabat pemerintah melihat langsung kondisi wilayah terdampak gempa di NTT.

Pejabat yang ditugaskan antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Unsur PLN, Pertamina, dan Telkom juga diterjunkan untuk mendukung pemulihan kebutuhan dasar, pasokan energi, serta layanan komunikasi di wilayah terdampak.

"Presiden Prabowo juga telah memerintahkan Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, Kepala BNPB, dan Kepala Basarnas serta Wamen Kesehatan dan Wamen Sosial beserta unsur PLN, Pertamina, dan Telkom untuk langsung terbang ke NTT pada hari kejadian untuk sesegera mungkin memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran," kata Teddy.

Lebih dari 3.500 Personel TNI-Polri Dikerahkan

Pemerintah turut mengerahkan lebih dari 3.500 personel TNI dan Polri untuk membantu proses evakuasi serta pemulihan di berbagai daerah terdampak di Flores.

"Selain itu, langsung di hari kejadian, TNI Polri telah mengerahkan lebih dari 3.500 prajurit TNI Polri ke berbagai daerah di Flores pada hari Sabtu, disebar ke Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah terdampak lainnya di NTT," katanya.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) subuh dan sempat membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Data sementara BNPB hingga Sabtu pukul 18.48 WIB mencatat 47 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Korban meninggal teridentifikasi antara lain di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

"Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Penulis :
Gerry Eka