HOME  ⁄  Nasional

Gempa M7,7 Guncang NTT, BNPB Catat 9.290 Warga Mengungsi dan 47 Orang Meninggal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gempa M7,7 Guncang NTT, BNPB Catat 9.290 Warga Mengungsi dan 47 Orang Meninggal
Foto: Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026)

Pantau - Sebanyak 9.290 warga bertahan di sejumlah titik pengungsian setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara 47 orang dilaporkan meninggal dunia dan 101 lainnya menjalani perawatan medis berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan data tersebut merupakan hasil pemutakhiran hingga Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB.

Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka dengan 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Di Kabupaten Sikka, sebanyak 1.356 warga mengungsi di GOR Samador dan sekitar 2.000 warga lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik.

Ratusan warga terdampak lainnya juga dilaporkan mengungsi di Kabupaten Nagekeo sebanyak 500 jiwa, Kota Bima di Nusa Tenggara Barat, hingga Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.

Logistik Pengungsi Menjadi Prioritas

BNPB memastikan pemenuhan hak dasar dan kebutuhan logistik para penyintas menjadi fokus utama pemerintah selama penanganan masa darurat.

Penyintas di Kabupaten Manggarai membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, air bersih beserta tandon, dan genset untuk penerangan.

Data sementara BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia dan 101 warga mengalami luka-luka serta menjalani perawatan medis.

Korban meninggal terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 orang dan Manggarai Timur sebanyak 17 orang.

Korban meninggal lainnya tersebar di Kabupaten Sikka sebanyak empat orang serta masing-masing satu orang di Manggarai Barat, Ende, dan Nagekeo.

Ribuan Rumah dan Fasilitas Publik Terdampak

Guncangan gempa yang berpusat di laut tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada permukiman dan sejumlah fasilitas publik di NTT.

BNPB mencatat 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rumah rusak sedang, dan 317 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, serta 38 kantor pemerintahan.

Data mengenai jumlah korban, pengungsi, dan kerusakan tersebut masih bersifat sementara seiring proses pendataan dampak gempa yang terus berlangsung.

Penulis :
Gerry Eka