HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Sulteng Instruksikan Pengecekan Dampak Gempa Parigi Moutong, BPBD Turun Mendata

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gubernur Sulteng Instruksikan Pengecekan Dampak Gempa Parigi Moutong, BPBD Turun Mendata
Foto: Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid saat diwawancara terkait peristiwa gempa bumi di Parigi Moutong, Minggu (16/8/2026).

Pantau - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menginstruksikan Bupati Parigi Moutong segera mengecek kerusakan dan dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pukul 23.25 WIB.

Anwar mengatakan pemerintah daerah harus segera mengambil langkah penanganan apabila ditemukan rumah rusak maupun dampak lain akibat gempa.

"Saya sudah sampaikan tadi malam kepada Pak Bupati agar segera melakukan pengecekan kalau ada rumah yang rusak atau apa pun, segera kita ambil langkah penanganan," kata Anwar di Palu, Minggu (16/8/2026).

Anwar telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Parigi Moutong untuk mengetahui kondisi wilayah setelah gempa.

BPBD Masih Mendata Dampak Gempa

Berdasarkan laporan sementara yang diterima gubernur, belum ada informasi mengenai kerusakan maupun dampak lain akibat gempa tersebut.

"Untuk sementara belum ada laporan kerusakan atau apa pun di sana, tetapi ini masih terus kita pantau," ujarnya.

Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan dampak gempa.

BPBD Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong juga melakukan pendataan kerusakan, dampak gempa, dan kebutuhan mendesak masyarakat.

BPBD mencatat satu gempa susulan berkekuatan magnitudo 2,2 pada Minggu pukul 01.27 WITA.

BMKG Pastikan Gempa Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa awalnya tercatat berkekuatan magnitudo 6,2 dengan lokasi 74 kilometer barat daya Parigi Moutong.

Hasil analisis BMKG kemudian memperbarui parameter gempa menjadi magnitudo 5,9 pada kedalaman 60 kilometer.

Episenter gempa berada di laut pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 120,25 derajat Bujur Timur atau sekitar 71 kilometer barat daya Parigi Moutong.

Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG menyatakan gempa merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng dengan mekanisme pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault.

Penulis :
Gerry Eka