HOME  ⁄  Nasional

Gubernur NTB Mengajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Gempa Tanpa Panik

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gubernur NTB Mengajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Gempa Tanpa Panik
Foto: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat wawancara cegat di Mataram, Nusa Tenggara Barat

Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

"NTB merupakan daerah yang rentan terhadap gempa, maka kami harus meningkatkan kesiapsiagaan," ujar Iqbal di Mataram, Minggu.

Pemerintah Provinsi NTB segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana di wilayah masing-masing tanpa menimbulkan kepanikan.

Iqbal juga meminta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi informasi mengenai potensi gempa susulan maupun kemungkinan gempa di wilayah NTB.

Gempa Flores Tidak Otomatis Memicu Gempa NTB

Iqbal mengatakan gempa yang terjadi di Flores tidak secara otomatis memicu gempa di NTB berdasarkan komunikasi yang dilakukannya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Walau berada dalam sistem tektonik yang sama, tetapi tidak dengan sendirinya kalau terjadi di Flores, terus terjadi di NTB. Seperti halnya gempa di Lombok, NTB, pada tahun 2018, tidak menular dengan sendirinya ke NTT," ucap Gubernur Iqbal.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa tektonik magnitudo 7,7 di NTT mengakibatkan 47 orang meninggal dunia.

BNPB juga mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan akibat gempa tersebut.

Kerusakan turut terjadi pada 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Sesar Aktif Membuat Nusa Tenggara Rawan Gempa

Ahli Geologi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Aji Syailendra mengatakan kawasan Nusa Tenggara memiliki aktivitas tektonik tinggi karena dipengaruhi sejumlah struktur sesar aktif.

Salah satu struktur tersebut adalah Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Busur Belakang Flores yang membentang ratusan kilometer di dasar laut dari utara Flores, Sumbawa, Lombok hingga Bali.

Sistem Sesar Naik Busur Belakang Flores memiliki potensi menghasilkan gempa berkekuatan sekitar magnitudo 7,8 hingga 7,9.

Penulis :
Gerry Eka