
Pantau - Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat (AS) di Indonesia menyampaikan belasungkawa kepada korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan berdasarkan data sementara BNPB telah mengakibatkan 47 orang meninggal dunia.
Kedubes AS menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya serta doa dan simpati bagi korban luka dan masyarakat terdampak bencana.
"Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada mereka yang kehilangan orang-orang terkasih akibat gempa bumi dahsyat dan dampaknya di Nusa Tenggara Timur," demikian pernyataan Kedubes AS melalui unggahan di X, Minggu, 16 Agustus 2026.
Kedubes AS juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Gempa Berdampak pada Sejumlah Wilayah NTT
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu pagi dan berdampak pada sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima Kementerian Sosial RI, daerah terdampak terutama meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.
Sekitar 2.000 orang dilaporkan terdampak gempa, sedangkan jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan.
BNPB Catat 47 Korban Meninggal Dunia
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah sementara korban meninggal dunia akibat gempa tersebut mencapai 47 orang hingga Sabtu pukul 18.48 WIB.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas, termasuk bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere di Kabupaten Sikka.
BPBD Kabupaten Sikka melaporkan tiga korban meninggal akibat ambruknya gedung ruang tunggu pelabuhan setelah diguncang gempa.
Pendataan terhadap korban dan dampak bencana masih dilakukan oleh pemerintah serta instansi terkait di wilayah terdampak.
- Penulis :
- Gerry Eka



