
Pantau - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan optimisme terhadap arah pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto setelah mengikuti Pidato Kenegaraan 2026.
SBY menyampaikan pandangan tersebut melalui video yang direkam di Rochester, Amerika Serikat, dan diunggah melalui akun Instagram resmi @aniyudhoyono.
“Saya menilai bahwa berbicara tahun 2027, dan sekaligus menandai berlakunya APBN 2027, saya melihat bahwa arah blueprint dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberi harapan baru bagi kita semuanya,” kata SBY.
SBY mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia juga menerima informasi dari sejumlah rekannya di Indonesia mengenai substansi pidato tersebut yang dinilainya membawa harapan baru bagi masyarakat.
SBY Soroti Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Menurut SBY, gagasan pembangunan pemerintah telah mengarah pada kebijakan yang tepat untuk menghadapi berbagai tantangan dari dalam maupun luar negeri.
“Saya tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita masih cukup kuat, baik faktor domestik maupun faktor internal. Tetapi, apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat,” ujarnya.
SBY menilai agenda menjaga pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta membangun infrastruktur menjadi hal penting bagi masyarakat.
“Menurut saya ini agenda yang sangat penting,” katanya.
SBY juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen yang ditetapkan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut dia, target tersebut tergolong ambisius, tetapi tetap dapat dicapai berdasarkan pengalamannya ketika memimpin Indonesia selama 10 tahun dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen.
“Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai. Karena pengalaman saya memimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6 persen. Memang, alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu, utang negara juga menurun drastis,” ucapnya.
“Enam persen andai kata bisa diraih oleh pemerintah Indonesia akan baik dampaknya bagi rakyat kita,” kata SBY.
SBY Minta Pemerintah Menjaga Kesehatan Fiskal
SBY berpesan kepada pemerintah untuk tetap menjaga kesehatan fiskal, memastikan program dilaksanakan dengan baik, serta melakukan evaluasi kebijakan secara berkala guna mencegah penyimpangan.
“Dengan harapan baik ini saya hanya bisa berpesan ke teman-teman yang mengemban tugas di pemerintah agar tetap konsisten jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus jangan ada penyimpangan di sana-sini,” pesannya.
SBY menegaskan harapan terhadap pembangunan nasional tetap diiringi tantangan yang tidak ringan sehingga pemerintah perlu bekerja maksimal untuk merealisasikan agenda yang telah disampaikan kepada masyarakat.
“Great hope, tetapi tantangan juga tidak ringan. Yang penting do the best pemimpin dan pemerintah kita agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik,” kata SBY.
Saat ini SBY menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat, sebagai tindak lanjut setelah menjalani operasi prostat pada 2021.
Kondisi tersebut membuat SBY tidak dapat menghadiri Sidang Tahunan MPR serta rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
- Penulis :
- Gerry Eka



