
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa dan tsunami setelah gempa kuat mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Lebak Sukanta mengatakan wilayah Lebak memiliki kerentanan terhadap bencana gempa dan tsunami sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
"Lebak bagian daerah potensi yang rentan terhadap gempa dan tsunami, sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan," kata Sukanta dalam keterangannya di Lebak, Senin (17/8/2026).
Potensi gempa megathrust dan tsunami di pesisir selatan Kabupaten Lebak berkaitan dengan pertemuan lempeng di kawasan Samudra Hindia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara ilmiah telah menetapkan wilayah Lebak Selatan sebagai kawasan yang rentan terhadap gempa megathrust yang dapat memicu tsunami.
Jalur Evakuasi dan Shelter Disiapkan
BPBD mengingatkan masyarakat yang tinggal di Lebak Selatan, khususnya kawasan pesisir, agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa dan tsunami.
Pemerintah telah membangun gedung shelter di Desa Muara Binuangeun serta menyiapkan 120 lokasi jalur evakuasi berikut petunjuk menuju titik kumpul di kawasan perbukitan.
"Jika terjadi gempa megathrust yang memicu tsunami kurang lebih 10-20 menit, maka masyarakat harus bergerak cepat memanfaatkan infrastruktur dengan melintasi jalur evakuasi dan arah petunjuk ke bukit serta gedung shelte (tempat berlindung(," ujar Sukanta.
BPBD Lebak juga telah membentuk delapan Desa Tangguh Bencana atau Destana untuk meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir dalam melakukan mitigasi dan penyelamatan diri.
Pembentukan Destana terus dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk membantu mengurangi risiko bencana.
BPBD dan BMKG Perkuat Mitigasi
BPBD Lebak bekerja sama dengan BMKG menyelenggarakan Sekolah Lapangan Geofisika untuk meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir mengenai langkah penyelamatan ketika terjadi tsunami.
Masyarakat diarahkan segera menuju perbukitan melalui jalur evakuasi atau berlindung di gedung shelter apabila menghadapi ancaman tsunami.
"Kami masyarakat Lebak selatan tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan ancaman potensi bencana gempa megathrust dan tsunami," tutur Sukanta.
- Penulis :
- Aditya Yohan



