HOME  ⁄  Nasional

Warga Banten Gelar Drama Kolosal untuk Kenalkan Pahlawan Lokal saat HUT ke-81 RI

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Warga Banten Gelar Drama Kolosal untuk Kenalkan Pahlawan Lokal saat HUT ke-81 RI
Foto: (Sumber :Masyarakat menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dimeriahkan dengan pementasan drama kolosal kepahlawanan di kawasan situs sejarah Keraton Surosowan, Banten Lama, Kota Serang, Senin. (ANTARA/Desi Purnama Sari).)

Pantau - Warga lingkungan Sukadiri, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar drama kolosal kepahlawanan di kawasan Keraton Surosowan, Banten Lama, Senin, 17 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut digelar secara gotong royong dan swadaya oleh masyarakat setempat sebagai agenda tahunan untuk mengenalkan sejarah perjuangan pahlawan Banten kepada generasi muda.

Drama Kolosal Angkat Tokoh Pahlawan Banten

Ketua Sukadiri Squad Miftahullah mengatakan pementasan mengangkat tokoh KH Ahmad Khotib dan KH Syam'un yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan di Banten.

Ia mengungkapkan, "Konsepnya kita memakai drama kolosal yang mengangkat tokoh-tokoh pahlawan Banten. Tujuannya agar anak muda zaman sekarang tahu siapa tokoh pahlawan Banten sesungguhnya, yaitu KH Ahmad Khotib dan KH Syam'un, yang memelopori kemerdekaan di daerah Banten."

Drama tersebut mengisahkan empat pemuda pembawa mandat dari Bung Karno yang datang ke Banten dan bertemu KH Ahmad Khotib serta KH Syam'un untuk menyebarkan kabar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 kepada masyarakat.

Selain pementasan drama, warga juga membentangkan bendera Merah Putih berukuran panjang di kawasan situs peninggalan Kerajaan Banten tersebut.

Miftahullah mengatakan persiapan kegiatan berlangsung sekitar satu bulan dan sempat menghadapi kendala pendanaan serta perizinan.

Sekitar 500 hingga 600 warga mengikuti kegiatan tersebut.

Karnaval Lanjutkan Perayaan Kemerdekaan

Setelah upacara dan drama kolosal, warga melanjutkan rangkaian perayaan dengan karnaval mengelilingi Jalan Baru sebelum kembali ke titik kumpul.

Miftahullah mengatakan, "Setelah upacara dan drama kolosal ini, kegiatan kami lanjutkan dengan karnaval mengelilingi Jalan Baru hingga kembali lagi ke titik kumpul."

Warga Sukadiri bernama Aliyudin mengaku mendukung kegiatan tersebut karena selain menjadi hiburan, pementasan juga mengenalkan sejarah pahlawan lokal kepada anak-anak dan masyarakat.

Ia mengungkapkan, "Kami sebagai warga sangat mendukung acara ini. Walaupun semuanya hasil patungan swadaya, tapi acaranya sangat meriah. Anak-anak dan warga yang menonton tidak cuma dihibur lewat karnaval, tapi juga jadi tahu sejarah pahlawan Banten dari drama kolosal tadi. Bangga rasanya melihat kekompakan warga Sukadiri."

Penulis :
Ahmad Yusuf