
Pantau - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memastikan layanan Bus Buy The Service (BTS) Trans Banyumas tetap beroperasi meskipun anggaran pendukung dari pemerintah pusat melalui APBN tidak turun pada 2026.
Pemerintah Kabupaten Banyumas menyiapkan anggaran hampir Rp14 miliar dari sumber anggaran daerah untuk menjaga operasional transportasi publik tersebut hingga akhir tahun 2026.
"Untuk ulang tahun kemerdekaan ini, saya pastikan bahwa Trans Banyumas tidak akan berhenti di Banyumas. Meskipun dana APBN-nya tidak turun, saya sudah perintahkan kepada Sekda (Sekretaris Daerah) dan BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) untuk mengambil anggaran yang lainnya," kata Sadewo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (17/8/2026).
Trans Banyumas Tetap Jadi Prioritas
Sadewo mengatakan keberlanjutan Trans Banyumas menjadi prioritas pemerintah daerah karena layanan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan transportasi masyarakat.
"Tidak usah khawatir, saya pastikan Trans Banyumas itu tetap berjalan," katanya usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemkab Banyumas telah menghitung kebutuhan anggaran operasional Trans Banyumas hingga akhir 2026 mencapai sekitar Rp14 miliar.
"Dibutuhkan Rp13 miliar sekian, hampir Rp14 miliar dan sudah kita siapkan," katanya menegaskan.
Pemkab Siapkan Anggaran Daerah
Keputusan menggunakan dana APBD ditempuh setelah Pemkab Banyumas sebelumnya berupaya melobi Kementerian Perhubungan agar dukungan anggaran pemerintah pusat tetap tersedia.
Sadewo mengatakan kondisi keuangan pemerintah di tingkat daerah maupun pusat sedang berkurang sehingga menjadi salah satu pertimbangan terkait pendanaan keberlanjutan Trans Banyumas.
Pemerintah daerah selanjutnya mengandalkan anggaran yang telah disiapkan untuk memastikan layanan Trans Banyumas tetap dapat digunakan masyarakat hingga akhir 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan



