
Pantau - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjadikan peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat keamanan, kedaulatan, dan keberlanjutan sumber daya kelautan nasional demi menopang ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat.
Trenggono menyampaikan hal tersebut saat memimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (17/8/2026).
"Menjaga laut bukan sekadar menjaga wilayah, tetapi juga menjaga sumber kehidupan dan masa depan bangsa. Kita ingin ikan bukan sekadar sumber pangan untuk kemandirian protein bangsa, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang lebih baik bagi nelayan, pembudidaya, dan masyarakat pesisir," kata Sakti Wahyu.
KKP Menggarap Enam Program Prioritas
KKP saat ini menggarap enam program prioritas untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional.
Program tersebut meliputi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, budi daya ikan tematik berbasis desa di 40.000 lokasi pada 500 kabupaten/kota, dan revitalisasi budi daya ikan di Pantura Jawa.
Program lainnya mencakup pembangunan budi daya udang terintegrasi di Waingapu, modernisasi kapal perikanan tangkap, serta pengembangan kawasan sentra industri garam nasional di Rote, Nusa Tenggara Timur.
"Enam program prioritas tersebut memiliki satu tujuan, yakni memperkuat produksi pangan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah dan mensejahterakan rakyat," ujarnya.
Trenggono mengatakan pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih di Papua telah menunjukkan hasil melalui uji coba operasional kawasan terpadu.
"Dalam uji coba operasional, kawasan terpadu tersebut berhasil memproduksi dan mengirimkan hingga 8 ton ikan berkualitas ekspor ke luar kota," sebutnya.
KKP Siagakan Armada Pengawas dan Bantu Korban Gempa NTT
KKP menyiagakan sejumlah kapal pengawas untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut sekaligus mengawal pelaksanaan program prioritas.
Armada tersebut antara lain KP Orca 01, Orca 04, Orca 05, Orca 06, KP Paus 01, KP Hiu Macan Tutul 01, serta KP Hiu 13, Hiu 14, dan Hiu 15.
Dalam kesempatan yang sama, Trenggono menyampaikan duka cita atas gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026).
"Sejak hari pertama bencana, KKP telah mengambil langkah cepat dengan membentuk tim khusus, mendirikan posko tanggap bencana, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta menggalang donasi dan bantuan logistik," kata Wahyu Sakti.
KKP juga mengajak seluruh jajarannya dan masyarakat bergotong royong menyalurkan bantuan selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana di NTT.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



