HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Papua Tengah Biayai Pendidikan Lebih dari 64.000 Pelajar dan Mahasiswa Sepanjang 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemprov Papua Tengah Biayai Pendidikan Lebih dari 64.000 Pelajar dan Mahasiswa Sepanjang 2026
Foto: Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa saat menyampaikan program pendidikan gratis Pemprov Papua Tengah usai peringatan HUT ke-81 RI di Nabire, Senin 17/8/2026 (sumber: ANTARA/Ali Nur Ichsan)

Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui program pendidikan gratis telah membiayai lebih dari 64.000 pelajar dan mahasiswa sepanjang 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan mencegah putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyampaikan perkembangan program tersebut di Nabire, Senin, 17 Agustus 2026, seusai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Meki, program pendidikan gratis menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memastikan keterbatasan biaya tidak menghalangi masyarakat Papua Tengah memperoleh pendidikan.

Lebih dari 58.000 Siswa dan 6.000 Mahasiswa Dibiayai

Pada 2026, Pemprov Papua Tengah membiayai pendidikan lebih dari 58.000 siswa dari jenjang SMP, SMA, SMK, SLB, hingga peserta didik yang tinggal di asrama sekolah.

Selain pelajar sekolah, sekitar 6.000 mahasiswa asal Papua Tengah yang sedang menempuh pendidikan tinggi di berbagai daerah turut memperoleh pembiayaan dari pemerintah provinsi.

“Pemprov Papua Tengah tahun ini membiayai lebih dari 58.000 siswa SMP, SMA, SMK, SLB, dan asrama sekolah dan sekitar 6.000 mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di berbagai daerah,” katanya.

Program pendidikan gratis tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Papua Tengah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan sekaligus mengurangi risiko anak-anak mengalami putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Cakupan pembiayaan tidak hanya menyasar sekolah reguler dan sekolah berasrama, tetapi juga mahasiswa asal Papua Tengah yang sedang menjalani pendidikan di luar negeri.

Khusus bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar setiap tahun melalui skema hibah.

Pemprov Biayai Sertifikasi 1.800 Guru

Pemprov Papua Tengah menilai perluasan akses pendidikan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Pemerintah daerah karena itu turut memberikan dukungan kepada para guru untuk memperoleh sertifikasi sekaligus menyediakan tambahan insentif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selama dua tahun terakhir, Pemprov Papua Tengah telah membiayai sekitar 1.800 guru untuk memperoleh sertifikat.

Sertifikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus membuka kesempatan bagi guru memperoleh kesejahteraan yang lebih baik melalui tambahan insentif.

“Selama 2 tahun ini kita juga membiayai 1.800 guru untuk mendapatkan sertifikat, sehingga guru bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dengan tambahan insentif,” katanya.

Meki berharap seluruh program pendidikan yang disiapkan Pemprov Papua Tengah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa, mahasiswa, guru, dan sekolah penerima manfaat.

Pemerintah daerah juga menargetkan pendidikan tidak hanya meningkatkan kecerdasan akademik anak-anak Papua Tengah, tetapi turut membentuk karakter dan integritas generasi muda.

“Kami ingin anak-anak Papua Tengah tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, dan semangat untuk terus maju,” ujar Meki.

Penulis :
Shila Glorya