
Pantau - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendesak pemerintah mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan setelah gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) merusak sedikitnya 87 satuan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA/SMK.
Hetifah menegaskan kerusakan fasilitas pendidikan harus segera ditangani karena menyangkut keberlanjutan hak belajar anak-anak di wilayah terdampak gempa.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini masih melakukan pemetaan, verifikasi lapangan, serta asesmen terhadap kondisi sekolah dan peserta didik terdampak.
"Kerusakan sekolah harus segera dipetakan secara menyeluruh, termasuk kondisi bangunan, sarana pembelajaran, guru, dan peserta didik. Data yang akurat sangat penting agar penanganan tidak terlambat dan bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan," ujar Hetifah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Ruang Belajar Darurat dan Psikososial Didorong
Komisi X mendorong Kemendikdasmen mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Hetifah menekankan proses pendidikan tidak dapat berhenti selama pembangunan sekolah berlangsung sehingga pemerintah perlu menyediakan ruang kelas darurat, fasilitas belajar, ruang bermain, dan dukungan psikososial, terutama bagi anak-anak di pengungsian.
"Akses pendidikan tidak boleh terputus karena sekolah rusak atau lokasinya jauh dari tempat pengungsian. Anak-anak tetap harus mendapatkan ruang yang aman untuk belajar dan bermain selama proses pemulihan berlangsung," tegasnya.
Hetifah juga mendorong Kemendikdasmen menyediakan skema dan anggaran khusus untuk sekolah atau ruang belajar darurat agar respons terhadap bencana dapat dilakukan tanpa menunggu proses penganggaran terlalu panjang.
"Kita jangan hanya membangun kembali bangunan sekolahnya. Perangkat pembelajaran dan kebutuhan siswa juga harus dipastikan tersedia. Karena itu, kami mendorong pemerintah memastikan dukungan anggaran untuk seluruh kebutuhan pemulihan pendidikan," kata Hetifah.
Gempa Rusak 87 Satuan Pendidikan
Komisi X meminta pemerintah memastikan data jumlah sekolah rusak, tingkat kerusakan, guru dan peserta didik terdampak, serta kebutuhan rehabilitasi dan fasilitas darurat diverifikasi serta diperbarui secara berkala.
Hetifah memastikan Komisi X akan terus mengawal pemulihan pendidikan di NTT bersama pemerintah dan pemangku kepentingan agar gangguan kegiatan belajar tidak berlangsung berkepanjangan.
"Percepatan pemulihan pendidikan sangat penting agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal. Jangan sampai bencana menimbulkan gangguan pendidikan yang berkepanjangan dan membuat anak-anak kehilangan hak belajarnya. Negara harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dalam kondisi yang aman, layak, dan bermartabat," pungkasnya.
Berdasarkan data sementara BNPB hingga Sabtu sore, gempa yang berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer telah menyebabkan 47 orang meninggal dunia dan merusak 87 satuan pendidikan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



