
Pantau - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyalurkan bantuan Rp250 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 17 Agustus 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso didampingi Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti kepada perwakilan Kantor Penghubung NTT di Kantor Kemendag RI, Jakarta.
Bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana jajaran Kemendag yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Penggalangan dana yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu berhasil mengumpulkan Rp250 juta dan langsung diserahkan melalui Kantor Penghubung NTT di Jakarta.
"Hari ini kan kita memperingati Hari Kemerdekaan yang ke-81 (tahun), sekaligus kami sepakat dengan teman-teman (Kemendag), dengan adanya musibah atau bencana di NTT ini kita mengumpulkan dana dari tadi pagi sampai siang terkumpul Rp250 juta, dan langsung diserahkan ke kantor penghubung NTT yang ada di Jakarta," ungkap Budi.
Kemendag Siapkan Bantuan Lanjutan dan Tangani Pasar Rusak
Budi menjelaskan bantuan Rp250 juta tersebut merupakan penyaluran tahap pertama untuk masyarakat terdampak gempa NTT.
Kemendag akan terus menggalang donasi agar bantuan tahap berikutnya dapat segera dikumpulkan dan disalurkan kepada korban bencana.
"Mudah-mudahan nanti kita terus bersama teman-teman menggalang donasi yang ada dan nanti berikutnya dapat kita kirimkan ke teman-teman yang terkena musibah," kata Budi.
Selain menyalurkan bantuan, Kemendag memastikan penanganan secara intensif terhadap pasar-pasar yang terdampak gempa.
Berdasarkan hasil identifikasi Kemendag, sedikitnya empat pasar mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Salah satu pasar yang terdampak adalah Pasar Inpres Ruteng di Manggarai, NTT.
Kemendag telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani kerusakan pasar tersebut.
Sejumlah tiang di Pasar Inpres Ruteng mengalami kerusakan sehingga Kemendag meminta bangunan itu untuk sementara tidak digunakan.
"Jadi setelah kita identifikasi memang ada empat pasar yang mengalami rusak, (termasuk) Pasar Inpres Ruteng di Manggarai. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk (melakukan penanganan), karena banyak tiangnya yang rusak. Jadi kita minta untuk tidak digunakan dulu," ujar Budi.
Pasokan Bahan Pokok di NTT Dipantau
Kemendag juga terus memantau kebutuhan bahan pokok dan proses distribusinya ke wilayah-wilayah yang terdampak gempa.
Pemantauan dilakukan dengan melibatkan distributor di wilayah terdekat, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, serta pemerintah daerah.
Kemendag telah berkoordinasi dengan distributor dari provinsi terdekat, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk membantu menjaga kelancaran pasokan setelah gempa.
"Kami juga sudah koordinasi dengan para distributor, terutama distributor yang ada di wilayah lain di provinsi terdekat, di NTB, misalnya. Kita sudah koordinasi untuk dengan pelaku usaha agar tetap menjaga pasokan-pasokan terutama pasca bencana ini di NTT," kata Budi.
Kemendag ingin memastikan kebutuhan pokok yang didistribusikan ke Manggarai maupun wilayah lain di NTT tetap tersedia dalam jumlah mencukupi.
Menurut Budi, pelaku usaha pada prinsipnya siap bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
"Kami ingin memastikan kepada pelaku usaha yang mendistribusikan barang kebutuhan pokok ke wilayah di Manggarai atau di NTT agar ketersediaan bahan pokoknya terjamin, dan mereka (pelaku usaha) siap semua ya pada prinsipnya siap bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga dengan pemerintah daerah," ungkap Budi.
Gempa Magnitudo 7,7 Tewaskan 54 Warga
Gempa yang memicu penyaluran bantuan Kemendag tersebut berkekuatan magnitudo 7,7 dan terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58 WITA.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu malam, 16 Agustus 2026, sebanyak 54 warga meninggal dunia akibat gempa tersebut.
BNPB juga mencatat 199 orang mengalami luka-luka dan 9.963 orang harus mengungsi akibat dampak bencana.
Secara keseluruhan, sebanyak 1.528 kepala keluarga tercatat terdampak gempa bumi tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick



