HOME  ⁄  Nasional

Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Tarakan, Pengendara Turun dan Nyanyikan Indonesia Raya

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Tarakan, Pengendara Turun dan Nyanyikan Indonesia Raya
Foto: Bendera Merah Putih dengan ukuran 17 X 8 meter dibentangkan di simpang IV Grand Mall Tarakan (GTM) saat detik-detik Proklamasi dikumandangkan, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 11.17 WITA (sumber: ANTARA/Susylo Asmalyah)

Pantau - Bendera Merah Putih berukuran 17 x 8 meter dibentangkan di Simpang Empat Grand Tarakan Mall (GTM), Kota Tarakan, Kalimantan Utara, bertepatan dengan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Pembentangan bendera dilakukan sekitar pukul 11.17 WITA dengan melibatkan sekitar 30 orang dari unsur kepolisian, komunitas, dan masyarakat.

Saat detik-detik Proklamasi diperingati, kendaraan yang sedang melintas di persimpangan tersebut berhenti dan sirene mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Tarakan turut dibunyikan.

Sejumlah pengemudi kemudian keluar dari kendaraan dan bergabung bersama masyarakat untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sikap sempurna.

Tradisi Pembentangan Bendera Dimulai Sejak 2015

Ketua Badan Pengurus Kota Orang Indonesia (OI) Tarakan, Che Ageng, mengatakan pembentangan Bendera Merah Putih tersebut diinisiasi komunitas OI dengan menggandeng Satuan Lalu Lintas Polres Tarakan serta masyarakat.

Menurut Che Ageng, tradisi membentangkan Bendera Merah Putih berukuran besar di Tarakan telah dirintis sejak 2015 dengan ukuran bendera yang awalnya jauh lebih kecil.

"Awalnya panjang bendera kami sekitar lima meter dengan lebar tiga meter. Kemudian terus kami tambah ukurannya hingga sekarang menjadi 17 x 8 meter," kata Che Ageng.

Bendera tersebut secara khusus dipersiapkan untuk momentum peringatan 17 Agustus dan juga digunakan dalam berbagai kegiatan bertema nasionalisme.

Che Ageng mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat, terutama generasi muda, merasakan momentum kemerdekaan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan itu juga menyasar masyarakat yang sudah jarang mengikuti upacara kemerdekaan agar tetap dapat memperingati detik-detik Proklamasi.

"Walaupun mungkin ada teman-teman yang sudah jarang ikut upacara, jangan sampai kita melewatkan momen detik-detik Proklamasi. Kami berpikir harus ada sesuatu yang bisa menggerakkan mereka. Akhirnya kami memilih membentangkan Bendera Merah Putih," kata Che Ageng.

Masyarakat Berdatangan Sejak Pukul 09.00 WITA

Antusiasme masyarakat terlihat sejak beberapa jam sebelum pembentangan bendera dimulai, dengan warga mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 09.00 WITA.

Sejumlah warga bahkan menghubungi penyelenggara untuk memastikan kegiatan pembentangan bendera tetap dilaksanakan.

"Antusiasme masyarakat luar biasa. Kegiatan kami sekitar pukul 11.17 WITA, tetapi sejak pukul 09.00 masyarakat sudah datang. Bahkan ada yang menghubungi kami menanyakan apakah kegiatan tetap dilaksanakan," kata Che Ageng.

Kasat Lantas Polres Tarakan Iptu Ardi Wisnu Pradana mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Tanah Air.

"Acara ini dilaksanakan setiap tahun, jadi ini adalah wujud kita cinta Tanah Air," kata Ardi Wisnu Pradana.

Menurut Ardi, peringatan kemerdekaan tidak harus dilakukan melalui upacara formal, tetapi masyarakat juga dapat dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan untuk mengenang perjuangan dan jasa para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya