HOME  ⁄  Nasional

Siswa Sekolah Rakyat Sulsel Mulai Unjuk Potensi, Kuasai Bahasa Asing hingga Inovasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Siswa Sekolah Rakyat Sulsel Mulai Unjuk Potensi, Kuasai Bahasa Asing hingga Inovasi
Foto: (Sumber :Petugas kebersihan Sekolah Rakyat Terintegritas (SRT) memasuki gerbang sekolah yang berlokasi di Jalan Pajjaiyang Sudiang, Makassar, Sulsel. ANTARA/Riski Maruto..)

Pantau - Siswa Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan mulai menunjukkan beragam potensi setelah sekitar satu tahun mengikuti pendidikan, mulai dari kemampuan bahasa asing, seni, hingga inovasi pemanfaatan cahaya matahari.

Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal mengatakan di Makassar, Selasa (18/8/2026), bakat yang ditunjukkan siswa antara lain menyanyi, membaca puisi, serta membuat lampu dengan memanfaatkan cahaya matahari.

Sejumlah siswa juga menunjukkan kemampuan berbahasa asing, termasuk bahasa Inggris, Mandarin, dan Jepang.

Kesempatan Pendidikan Membuka Potensi Siswa

"Siswa SMA ini ada yang bisa Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, kemudian Bahasa Inggris juga bagus. Ini artinya mereka kemarin (sebelum masuk Sekolah Rakyat) agak terhambat karena tidak ada kesempatan. Sekarang setelah mereka dapat kesempatan, baru kita lihat," katanya.

Malik menilai kesempatan memperoleh pendidikan menjadi salah satu faktor yang membuat kemampuan para siswa dapat terlihat dan berkembang.

Ia juga mengapresiasi guru serta tenaga pendidik yang telah mendidik, menjaga, dan mengawasi siswa agar memperoleh pendidikan berkualitas.

"Siswa yang sudah rintisan satu tahun ini, kita lihat bagaimana anak-anak ini itu bisa tampil, dia berani bicara di panggung dan itu hal yang membanggakan," kata Malik Faisal.

Sekolah Rakyat Ditujukan Pangkas Ketimpangan Pendidikan

Malik menegaskan pelaksanaan Sekolah Rakyat difokuskan untuk memangkas ketimpangan kualitas pendidikan antara anak dari keluarga prasejahtera dan anak dari keluarga mampu.

"Yang kami mau ukur sekarang adalah bagaimana jarak ketimpangan antara anak dari keluarga prasejahtera atau tidak mampu dengan anak-anak yang mampu saat mereka sama-sama mendapatkan pendidikan berkualitas ," ujar Malik Faisal.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada siswa dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus mengembangkan potensi yang sebelumnya belum mendapatkan ruang untuk tumbuh.

Penulis :
Aditya Yohan